Sabtu, 26 Mei 2012
Bulog Riau: Stok Beras Menipis
Selasa, 21 September 2010 06:22
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 21/9 (SIGAP) - Kasubdin Pelayanan Publik Bulog Riau, Mulya Daniel kepada ANTARA, Selasa (21/9) mengungkapkan stok beras di gudang Badan Urusan Logistik (Bulog) Riau menipis, dimana saat ini hanya ada sekitar 8.800 ton yang hanya cukup untuk kebutuhan 2 bulan.

Mulya Daniel mengatakan, menipisnya stok ini terlihat dari jumlah beras yang kini ada di gudang Bulog Riau sebanyak 8.800 ton dibandingkan dengan kebutuhan beras perbulannya 4.600 ton, masih di bawah Minimum Stock Requirement (MSR) minimal 3 bulan kebutuhan.

"Jika dibandingkan dengan besarnya kebutuhan maka stok beras yang ada hanya cukup kurang lebih dua bulan, sementara MSR mewajibkan stok harus untuk 3 bulan," urainya.

Dirinya menjelaskan, saat ini Bulog Riau masih menuggu mobilitas beras nasional (Mobnas) dari Divre lainnya di luar Riau. Karena Riau sendiri sejauh ini bukan merupakan penghasil beras sehingga tidak ada pengadaan.

"Kini kami masih menunggu pengirman beras dari Lampung sebanyak 2.000 ton untuk memenuhi kecukupan beras Riau," tegasnya.

Menurut Mulya Daniel, menipisnya stok beras di Bulog Riau sejauh ini karena belum dilakukannya mobnas dari Jawa seperti yang diperkirakan sebelum puasa lalu.

"Harusnya Riau sudah kedatangan beras dari Jawa sebanyak 5.000 ton sebelum puasa kemaren akan tetapi hingga kini belum juga. Hal ini dikarenakan pemasukan beras berkurang di beberapa daerah, akibat anomali cuaca yang kadang hujan dan kadang panas," terangnya.

Meski demikian Mulya Daniel menambahkan, September hingga Desember diharapkan masih ada panen gadu, dimana sebagian wilayah di Jawa dan Sulawesi akan panen beras.

"Kami juga sudah meminta adanya pengiriman beras lagi dari Jawa sebanyak 3.000 ton," tambahnya.

Sementara itu berdasarkan pantauan SIGAP, stok beras di Badan Urusan Logistik Bengkulu sebanyak 9.993 ton mencukupi hingga akhir 2010, namun sebagian besar sudah disalurkan ke gudang kabupaten.

Demikian dikatakan Kepala Humas Bulog Divisi Regoinal Bengkulu David Susanto, di Bengkulu, Sabtu (18/9). Dikatakan David, Bulog Bengkulu membeli beras 2.000 ton dari Sumatera Selatan (Sumsel), dan dari Jawa Timur 7.993 ton. Jumlah total stok sebanyak 9.993 ton ini menurutnya mencukupi hingga akhir 2010

Lebih lanjut David menjelaskan, gudang di Kabupaten Bengkulu Utara diberi stok sebanyak 220 ton, karena stok lama masih banyak, Rejang Lebong 1.087 ton, gudang Bulog di Kabupaten Bengkulu Selatan disuplai 739 ton, sedangkan sisanya di gudang Kota Bengkulu. (rusman/ant)

 

Arsip Berita