Sabtu, 26 Mei 2012
Bengkulu: BKSDA Amankan Hutan Tempat Penangkaran Penyu
Senin, 20 September 2010 14:58
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 20/9 (SIGAP) - Balai Konservasi Sumber Daya Alam Provinsi Bengkulu mengamankan kawasan hutan cagar alam yang menjadi lokasi penangkaran penyu hijau di Pantai Air Hitam, Kabupaten Mukomuko.

Kawasan yang diamankan mulai dari Desa Air Hitam, Kecamatan Pondok Suguh, sampai dengan lokasi penangkaran penyu hijau (Chelonia mydas) di Desa Retak Ilir, Kecamatan Sungai Rumbai, kata Kabag Tata Usaha Balai Konservasi Sumber daya alam (BKSDA) Bengkulu Supartono, Senin (20/9).

Pengamanan itu dilakukan karena sebagian hutan cagar alam di sepanjang kawasan pantai di wilayah itu sudah dibuka warga menjadi kebun kelapa sawit. Padahal daerah itu selain menjadi objek wisata juga menjadi tempat penangkaran berbagai jenis penyu.

Penangkaran penyu itu mulai dilirik wisatawan dari berbagai unversitas terkemuka di Indonesia, untuk penelitian habitat penyu.

Bila kawasan hutan itu rusak, seluruh penangkaran penyu di wilayah itu terancam abrasi laut dan bahkan objek wisatanya akan habis.

Kawasan hutan di wilayah itu tinggal sekitar 500 hektare dari sebelumnya seluas 860 hektare, sehingga bila tidak diatasi dari sekarang kerusakan kawasan hutan tersebut akan meluas.

Lokasi koneservasi penyu tersebut sangat potensial dijadikan wisata pendidikan karena merupakan satu-satunya di Provinsi Bengkulu.

Sebelumnya Sekretaris Kelompok Penyu Lestari Desa Retak Ilir Khairul Astra mengatakan, lokasi itu selalu dikunjungai para peneliti dari luar Bengkulu seperti dari Isntitut Pertanian Bogor (IPB) dan STP Jakarta.

Di lokasi itu sudah dilepas ribuan anak penyu untuk dilestarikan, sedangkan sebelumnya berhasil ditetaskan 400 butir telur penyu jenis sisik yang sangat langka.

Di lokasi itu ditangkarkan lima jenis penyu yaitu penyu belimbing, hijau, ceper, hilem dan penyu sisik, namun untuk memperbanyak jenis penyu tersebut masih terkendala dana, katanya.

Seperti diketahui, dalam catatan SIGAP, Indonesia memiliki lebih dari seperempat jenis ikan air tawar dan ikan air laut di dunia. Selain itu, lebih dari 550 spesies terumbu karang (corals) hidup di Indonesia.

Luasan terumbu karang yang terdapat di Indonesia juga merupakan yang terbesar di dunia, kurang lebih 85.000 kilometer persegi. Masih banyak kekayaan hayati kelautan yang dimiliki Indonesia Indonesia, salah satunya adalah, 6 dari 7 spesies penyu (sea turtle) di dunia, ditemukan hidup di negeri yang terdiri dari 17.000-an pulau ini

Penyu tergolong hewan langkah yang terancam punah. Sebagai wilayah persarangan yang penting bagi jenis satwa ini, perlu sejumlah langkah konservasi. Baik konservasi in-situ maupun konservasi ex-situ. (wa prasetya/ant)

 

Arsip Berita