Sabtu, 26 Mei 2012
NTT: Calon Jemaah Haji Kekurangan 55 Vaksin Meningitis
Senin, 20 September 2010 09:20
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 20/9 (SIGAP) - Nusa Tenggara Timur masih kekurangan 55 vaksin meningitis Novartis untuk calon haji yang akan berangkat ke Tanah Suci, 12 Oktober 2010.

Kepala Bidang Urusan Agama Islam dan Pengurusan Haji Kementerian Agama Nusa Tenggara Timur Pahlawan Mukin di Kupang, Senin, mengatakan, kekurangan ini disebabkan oleh penambahan kuota haji untuk Nusa Tenggara Timur dari semula 650 orang menjadi 705 orang.

"Penambahan kuota haji ini tidak diikuti dengan usul perubahan jumlah vaksin ke Kementerian Kesehatan sehingga realisasi jumlah vaksin sesuai dengan kuota 650 orang," katanya.

Menurutnya, Kementerian Kesehatan sudah memperhitungkan berbagai kemungkinan dengan mencadangkan 10 hingga 50 vaksin untuk NTT sehingga untuk NTT total yang dikirim dari pemerintah pusat sebanyak 660 vaksin.

Pahlawan Mukin mengatakan kekurangan ini sudah disampaikan ke Kementerian Kesehatan setelah mendapat laporan dari Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Timur selaku penerima dan penyalur vaksin meningitis untuk para calhaj.

Dirinya mengatakan sebagian vaksin yang diterima telah didistribusikan melalui Dinas Kesehatan kepada calon haji di kabupaten/kota dan hingga pertengahan September 2010 sudah mencapai 50%.

Target pertama distribusi adalah daerah kepulauan seperti Pulau Flores bagian barat seperti Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai dan Manggarai Timur, menyusul Kabupaten Lembata, Flores Timur dan calhaj di Pulau Sumba seperti Sumba Barat, Sumba Timur, Sumba Barat Daya dan Sumba Tengah, katanya.

Menurutnya, daerah-daerah ini mendapat prioritas distribusi vaksin karena masih sulit diakses sarana transporasi sehingga dikhawatirkan terlambat memperoleh vaksin untuk kepentingan kesehatan calon haji.

Setelah itu, target distribusi tahap kedua adalah wilayah Flores bagian tengah seperti Ngada, Nagekeo, Ende, Maumere lalu Pulau Alor di Kalabahi.

Saat ini, katanya, tim distribusi tengah melayani calhaj di wilayah daratan Timor, Rote Ndao dan Kabupaten Sabu Raijua dan diperkirakan pekan depan sebanyak 647 calon haji reguler dan tiga calon haji pendamping telah menerima vaksin tersebut.

Dirinya mengatakan, Dinas Kesehatan menargetkan paling lambat 30 September merupakan batas akhir dan distribusi vaksin kepada calon haji di wilayah ini sehigga ada persiapan untuk memberikan vaksin kepada calon haji.

"Kami berharap kekurangan sebanyak 55 vaksin itu segera dipenuhi sehingga semua calhaj terlayani sebelum berangkat menuju Tanah Suci melalui embarkasi Juanda Surabaya, Oktober mendatang," katanya.

Sebelumnya, seperti dilansir harianberita Majelis Ulama Indonesia menerbitkan sertifikat halal untuk vaksin meningitis produksi Novartis Vaccines and Diagnostics Srl dari Italia dan Zhejiang Tianyuan Bio-Pharmaceutical asal China. Dengan terbitnya sertifikat halal, fatwa yang membolehkan penggunaan vaksin meningitis terpapar zat mengandung unsur babi karena belum ada vaksin yang halal menjadi tak berlaku lagi.

Pemerintah Arab Saudi mewajibkan setiap calon jemaah haji mendapat vaksin meningitis (radang selaput otak akibat bakteri). Penyakit ini bisa mengakibatkan kerusakan otak, hilangnya pendengaran, hingga kematian. Arab Saudi adalah daerah endemik meningitis. (wa prasetya/ant)

 

Arsip Berita