Sabtu, 26 Mei 2012
Korban Jiwa Akibat Ledakan Tambang Di Rusia Jadi 30
Senin, 10 Mei 2010 07:24
AddThis Social Bookmark Button

 

Moskow, 10/5 (ANTARA/Xinhua-OANA) - Jumlah korban jiwa akibat ledakan tambang batu bara di wilayah Siberia, Rusia, Sabtu malam, telah naik jadi 30 orang , demikian pernyataan Menteri Keadaan Darurat Rusia Sergei Shoigu, Senin.  "Setakat ini, 30 orang telah tewas dan 60 orang, yang nasib mereka tak diketahui, tetap berada di tambang itu. Kami akan melanjutkan pencarian," kata Shoigu sebagaimana dikutip kantor berita Rusia.

Shoigu, yang terbang ke tempat ledakan Ahad untuk meninjau upaya pertolongan, juga mengatakan 17 mayat petugas pertolongan, dari empat tim pertolongan yang turun setelah upaya pertolongan dihentikan akibat ledakan kedua, telah ditemukan di bawah tanah.

Dua-belas mayat pekerja tambang yang ditemukan sebelumnya juga telah diangkat ke permukaan, dan enam dari sebanyak 60 orang yang cedera, yang menderita luka parah, telah dikirim ke beberapa rumah sakit Moskow dengan menggunakan pesawat Kementerian Keadaan Darurat.

Upaya pertolongan saat ini sedang berlangsung.

Menurut laporan sebelumnya, ledakan gas methane di tambang batu bara Raspadskaya menewaskan 12 orang dan melukai 14 orang lagi, sementara puluhan orang lagi masih terjebak di bawah tanah di wilayah Kemerovo, Siberia barat, Rusia.

Presiden Rusia Dmitry Medvedev telah menginstruksikan Perdana Menteri Vladimir, Ahad, agar membentuk komite pemerintah bagi pertolongan dan bantuan buat semua korban bencana tambang itu. Komite tersebut dipimpin oleh Wakil I Perdana Menteri Viktor Zubkov.

Kantor Kejaksaan Agung regional Kemerovo juga telah melakukan penyelidikan mengenai penyebab ledakan dan langkah keamanan yang disahkan oleh perusahaan pertambangan itu.

Raspadskaya, yang didirikan pada 1973, adalah salah satu produsen utama kokas batu bara, dengan total cadangan diperkirakan sebanyak 782 juta ton.

Pada penghujung Januari, seorang pekerja tewas karena langit-langit di tambang Raspadskaya ambruk. (Uu.C003 (T.SYS/B/A011/A011) 10-05-2010 14:06:03 NNNN

 

 

 

Arsip Berita