Sabtu, 26 Mei 2012
BMKG: Sulbar Dilanda Badai Lanina
Minggu, 19 September 2010 15:22
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 19/9 (SIGAP) - Kepala stasiun Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kabupaten Mejene, Edy Sofyan di Mamuju, Minggu (19/9) memperkirakan, wilayah Sulawesi Barat (Sulbar) dilanda badai Lalina sehingga intensitas hujan sedang dan rendah masih terjadi di daerah tersebut.

Diinformasikan, curah hujan di Sulbar sekitar 100 milliliter perhari dengan kecepatan angin sekitar 30 kilometer perjam, sementara suhu cuaca dipermukaan laut sekitar 30 derajat celcius.

Menurut Edy, Sulbar akan memasuki musim kemarau pada pertengahan bulan September 2010 ini, namun karena fenomena Lanina terjadi maka hujan juga masih melanda daerah tersebut.

"Hujan di Sulbar bukan disebabkan curah hujan tinggi karena terjadi musim hujan, melainkan karena dipengaruhi oleh fenomena lain yakni badai Lanina," katanya.

Edy mengatakan, nanti setelah badai lanina berlalu yang akan terjadi dalam waktu dekat ini di Sulbar, maka kemarau akan melanda daerah tersebut.

Oleh karena itu, dirinya meminta agar petani di Sulbar sebaiknya mengantisipasi ketika musim kemarau total terjadi karena diprediksi akan mengancam tanaman masyarakat.

"Petani harus mengantisipasi ancaman kemarau dan jangan sampai membuat tanaman pertaniannya menjadi kekeringan dan mati tanpa hasil yang diharapkan," katanya.

Berdasarkan catatan SIGAP, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pusat Sri Woro B Harijono pernah mengemukakan fenomena La Nina masih akan terus berlangsung di Indonesia hingga Januari 2011 dengan intensitas moderate hingga kuat.

Dijelaskan, hingga Januari 2011 La Nina masih berlangsung dan menjadi salah satu faktor pengendali hujan di Indonesia.

Seperti diketahui, La Nina adalah fenomena ketika pengiriman massa uap air dari Pasifik ke Indonesia.

Akibat pengaruh La Nina tersebut memberikan indikasi peluang majunya awal musim hujan 2010/2011 di sebagian besar daerah di Indonesia dengan sifat hujan normal dan atas normal.

Awal musim hujan diperkirakan sebagian besar daerah terjadi pada Oktober 2010 sebanyak 105 zona (47,7%) dari 220 zona musim. Sedangkan November sebanyak 77 zona (35%).

Jika dibandingkan terhadap rata-ratanya selama 30 tahun (1971-2000), awal musim hujan 2010/2011 sebagian besar daerah yaitu 125 zona musim (56,8%) maju lebih awal terhadap rata-ratanya.

Selain La Nina, akan ada pengiriman massa uap air dari Lautan India ke wilayah Indonesia yang memasuki musim penghujan sehingga intensitas hujan akan bertambah.

Meskipun dipengaruhi 3 faktor tersebut, prediksi Indeks Dipole Mode (IDM) September, Oktober, November, Desember 2010 dan Januari 2011 pada kondisi netral.

Hal itu mengindikasikan tidak berpotensi adanya peningkatan maupun pengurangan curah hujan secara berarti di Indonesia bagian barat.

Suhu permukaan laut hingga pertengahan Agustus 2010 sebagian besar perairan Indonesia relatif hangat dan pada bulan-bulan berikutnya juga menunjukkan tetap pada kondisi yang sama. (rusman/ant) 

 

Arsip Berita