Sabtu, 26 Mei 2012
Banjir Rendam Ratusan Rumah di Tulungagung
Minggu, 19 September 2010 06:29
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 19/9 (SIGAP) - Ratusan rumah di pemukiman padat penduduk di Desa Bolorejo, Kecamatan Kauman, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur Minggu (19/9) dinihari, terendam banjir hingga setinggi paha orang dewasa.

Diinformasikan warga banjir mulai melanda sekitar pukul 02.00 WIB akibat luapan air dari Sungai Song setelah hujan deras mengguyur kawasan pegunungan di atasnya sejak Sabtu (18/9) malam.

Tidak ada laporan korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun, sejumlah warga mengaku rumah berikut harta benda mereka sempat terendam selama beberapa jam.

"Kami tak sempat menyelamatkan perabot rumah maupun harta benda yang ada di dalam rumah karena banjir terjadi saat warga tertidur lelap," kata salah seorang warga Desa Bolorejo, Sunarti.

Selain merendam ratusan rumah warga, air bah   itu juga memporakporandakan lahan pertanian setempat.

Akibatnya, kerugian yang ditanggung petani maupun penduduk sekitar ditaksir mencapai seratus juta rupiah lebih.

"Banjir seperti ini memang selalu terjadi setiap tahun karena permukaan Sungai Song hampir sejajar dengan daratan," kata seorang warga Desa Bolorejo lain, Kumhayati.

Setelah menerjang dan merendam kawasan padat penduduk di Desa Bolorejo selama beberapa jam, banjir yang sempat mencapai ketinggian 1 meter itu berangsur surut.

Sementara itu berdasarkan pantauan SIGAP, ribuan orang terancam kelaparan akibat banjir yang melanda Kecamatan Lamasi, Kabupaten Luwu, Sulsel.  Diinformasikan, banjir terjadi sejak Kamis (16/9/2010) malam.

Hingga saat ini warga masih bertahan di rumah masing-masing. Warga yang terkena banjir tersebar pada 5 desa di Kecamatan Lamasi. Kelima desa itu adalah Desa Salopao, To'lemo, Parara', Awogading, dan Salu Jambu.

Kepala Dusun Awogading Desa Awogading Lukas Lapul saat dihubungi okezone Sabtu mengungkapkan, korban banjir banyak bertahan di rumahnya masing-masing. Pasalnya, hingga saat ini tim evakuasi belum masuk ke wilayah mereka.

"Kalau ada yang mengevakuasi kami sebenarnya siap mengungsi. Tapi sampai sekarang belum sampai ke sini. Padahal bahan makanan sudah terendam air banjir, tak ada tempat untuk memasak karena semuanya basah, "ujarnya.

Lukas menambahkan, hingga saat ini belum ada bantuan yang diterima dari pemerintah maupun masyarakat lainnya. Karenanya dirinya berharap perhatian pemerintah dan bantuan dari para dermawan secepatnya. "Kami terancam kelaparan kalau keadaan ini terus bertahan. Tak bisa ke mana-mana," terangnya.

Air datang berbentuk bah dan tiba-tiba pada Kamis malam itu. Air itu berasal dari luapan Sungai Lamasi dan Sungai Parompong.

Ratusan rumah warga terendam air. Rumah-rumah itu ada yang berbentuk panggung maupun yang langsung berhubungan dengan tanah. Begitu pula ada ratusan hektare sawah dan kebun milik warga masih terendam air banjir yang mencapai dada orang dewasa. Air berangsur surut tapi agak lambat. Hanya surut hingga pinggang orang dewasa saja.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten Luwu Rudi Dappi dalam kesempatan berbeda mengatakan, pihaknya telah mengevakuasi 20 KK dan diungsikan di Posko Bencana yang terletak di Desa To'lemo Kecamatan Lamasi Timur.

Menurutnya, saat ini sebanyak tujuh Kepala Keluarga masih terjebak di desa yang sama. "Kami akan mengupayakan evakuasi pada para korban banjir secepatnya, " pungkas Rudi. (panji al husein/ant)

 

Arsip Berita