Sabtu, 26 Mei 2012
SKP BSB: Jalan Ambrol Sudah Diprediksi Ahli Gempa
Jumat, 17 September 2010 00:00
AddThis Social Bookmark Button

Ambelasnya jalan RE Martadinata sepanjang 100 meter lebih yang diduga akibat konstruksi bagian penyangga jalan tidak mampu menahan erosi pantai.

Sebenarnya, kejadian ambelsnya jalan RE Martadinata ini sudah diprediksi oleh para ahli gempa beberapa waktu lalu. Menurut Asisten Staf Khusus Presiden bidang Bantuan Sosial dan Bencana (SKP BSB), Sangap Surbakti kepada okezone, Jumat (17/9/2010), sembilan ahli gempa berkumpul dan membuat peta mikrozonasi.

"Mereka mengusulkan agar Jakarta-Surabaya harus membuat peta mikrozonasi. Peta ini kan panduan untuk mitigasi. Jadi, Pemda DKI harus membuat itu (peta mikrozonasi)," ujarnya.

Sangap menjelaskan peta ini untuk kepentingan melindungi Jakarta dari kejadian seperti di ambrolnya jalan di kawasan RE Martadinata. Kejadian serupa tidak menutup kemungkinan akan terjadi terhadap gedung-gedung di Jakarta, baik perbankan dan pemerintahan.

"Mikrozonasi harus menjadi emergency plan Pemda DKI untuk melindungi gedung-gedung pemerintahan di ibu kota," terang Sangap.

Lebih lanjut Sangap, menurut para ahli gempa tersebut, Jakarta akan mengalami peningkatan percepatan batuan dasar, kemudian mengakibatkan retakan-retakan di lokasi-lokasi tertentu. "Berdasarkan itu, Pemda DKI harus membuat peta mikrozonasi tersebut," pungkasnya.

Seperti diketahui, Jalan RE Martadinata yang merupakan jalan penghubung Ancol-Tanjung Priok ambles sedalam 7 meter dan lebar 100 meter. Ambrolnya jalan tersebut menurut Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto, akibat abrasi yang disebabkan pengerukan pantai secara berlebihan. (ram/okezone)

 

Arsip Berita