Sabtu, 26 Mei 2012
Terkait Wabah Muntaber, Dinkes Kabupaten Malang Intruksikan Siaga 24 Jam
Jumat, 17 September 2010 06:07
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 17/9 (SIGAP) - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang M Fauzi, Jumat (17/9), menginstruksikan seluruh puskesmas, termasuk tenaga dokter dan paramedis untuk siaga selama 24 jam.

Menurutnya, langkah itu dilakukan sebagai antisipasi kejadian luar biasa penyakit muntaber dan diare seperti yang terjadi di Kecamatan Ngajum dan Kepanjen, belum lama ini.

"Status kejadian luar biasa (KLB) muntaber memang sudah kita cabut, namun kita tetap siaga selama 24 jam yang dibagi secara bergiliran. Siaga penuh ini agar tidak sampai terjadi KLB lagi dan pasien juga segera mendapatkan pertolongan," ucap Fauzi menegaskan.

Dalam pelaksanaan, untuk tenaga dokter dan perawat, katanya, dibagi menjadi 3 shif, sehingga selama 24 jam itu tidak akan ada kekosongan petugas jaga di puskesmas. Bahkan di beberapa lokasi juga didirikan posko kesehatan agar penanganan pasien lebih cepat.

Pada awal pekan Bulan September, setidaknya 2 dari 33 kecamatan yang ada di Kabupaten Malang, yakni Kecamatan Kepanjen dan Ngajum ditetapkan sebagai daerah KLB penyakit muntaber, sehingga Dinkes setempat mengerahkan seluruh kekuatan tenaga medis dan paramedisnya.

Selain mengerahkan tenaga medis, untuk pendanaan, Dinkes menggunakan dana yang belum dibelanjakan untuk dana tak terduga.

Dijelaskan, wabah muntaber telah menewaskan 4 warga di Kecamatan Kepanjen dan Ngajum itu, berasal dari bakteri Escherichia coli yang mencemari ratusan sumur warga. Pencemaran berasal dari nitrit pupuk urea yang meresap ke dalam sumur warga, karena rata-rata sumur warga di dua kawasan itu dangkal (7-8 meter).

Berdasarkan data dari Dinkes Kabupaten Malang, sebagian besar warga di 2 kecamatan itu terutama di Desa Palaan, derajat hidupnya masih mengkhawatirkan karena sanitasinya kurang memenuhi syarat kesehatan.

Sumur warga yang dangkal dan rata-rata jarak sumur dengan WC kurang dari 7 meter itu, menjadikan air sumur yang dikonsumsi rawan tercemar bakteri.

"Sekarang ratusan sumur warga itu sudah kita beri `drycline` untuk pembunuh bakteri dan warga juga diberi bantuan oralit. Namun demikian, kami tetap siaga hingga kondisinya benar-benar pulih," ujarnya menambahkan.

Seperti diketahui, muntaber adalah keadaan di mana seseorang menderita muntah-muntah disertai buang air besar berkali-kali. Kejadian itu dapat berulang 3 sampai lebih 10 kali dalam sehari. Terjadi perubahan bentuk dan konsistensi dari tinja, melembek sampai mencair, yang kadang juga mengandung darah atau lendir.

Lazimnya, penyakit muntaber memang menyerang anak-anak, terutama pada usia 2 hingga 8 tahun. Mereka mudah tertular karena daya tahan tubuhnya belum sekuat orang dewasa.

Penyebab utama muntaber adalah peradangan usus oleh bakteri, virus, parasit lain (jamur, cacing, protozoa), keracunan makanan atau minuman yang disebabkan oleh bakteri maupun bahan kimia serta kurang gizi, misalnya kelaparan atau kekurangan protein.

Penyakit yang dapat disebabkan oleh bakteri Escherichia coli ini dapat mewabah akibat lingkungan sekitar tempat tinggal yang kurang bersih serta makanan yang dikonsumsi terkontaminasi bakteri. Sistem sanitasi yang tidak terjaga dengan baik juga memudahkan kuman untuk berkembang biak. Hujan yang terus menerus sehingga menimbulkan banjir dan lingkungan yang kotor, sangat potensial menimbulkan wabah muntaber.

Cara penularan muntaber adalah melalui infeksi kuman penyebab, terjadi bila mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi tinja atau muntahan penderita muntaber. Tinja atau muntahan tersebut dikeluarkan oleh penderita atau pembawa kuman (carrier) yang buang air besar atau muntah di sembarang tempat.

Tinja dan muntahan tadi kemudian mencemari lingkungan misalnya tanah, sungai dan air sumur. Orang sehat yang menggunakan air sumur atau air sungai yang sudah tercemari kemudian dapat menderita muntaber. Penularan langsung juga dapat terjadi apabila tangan kotor atau tercemar kuman dipergunakan untuk menyuap makanan.

Memberikan larutan oralit atau larutan gula-garam adalah pertolongan pertama yang dapat diberikan apabila anak terlihat mengalami gejala muntaber. (rusman/ant)

 

Arsip Berita