Sabtu, 26 Mei 2012
PNPM MP Dorong Pertumbuhan Ekonomi di Desa
Kamis, 16 September 2010 18:37
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 16/9 (SIGAP) - Kepala Kantor Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kabupaten Sintang, Hotler Panjaitan mengatakan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Pedesaan ikut mendorong pertumbuhan ekonomi desa.

Hotler Panjaitan di Sintang, Kamis (16/9) menjelaskan, program ini sangat membantu desa membangun sejumlah sarana dan prasarana untuk mendorong geliat perekonomian di desa.

Ditambahkan Hotler Panjaitan, selain pembangunan sarana fisik, ada juga yang ditujukan bagi kelompok perempuan berupa dana pinjaman bergulir.

"Dana itu juga ditujukan untuk mendukung kegiatan sejumlah kelompok usaha perempuan di desa," jelasnya.

Dalam program stimulus bagi kelompok perempuan saat ini total dana bergulir sebesar Rp4 Miliar atau dengan tingkat keberhasilan sebsar 84% yang sudah dikelola oleh perempuan di 10 Kecamatan di Sintang.

Sementara itu untuk kegiatan PNPM MP di Sintang hingga tahun ini sudah memasuki tahun ke empat dengan 10 kecamatan penerima manfaat program dan di tahun 2010, dana yang dikelola mencapai Rp23,5 miliar dengan serapan anggaran hingga akhir Agustus mencapai 55%.

Dirinya mengharapkan dalam program itu hendaknya jangan hanya melihat hasil fisik pekerjaan karena program tersebut dirancang dengan mengedepankan pemberdayaan masyarakat.

"Ada transfer pengetahuan dari program itu karena ada pelibatan masyarakat langsung terhadap proses pembangunan," jelasnya.

Hotler Panjaitan menambahkan, sejauh ini pola pemberdayaan seperti itu cukup efektif untuk membantu pembangunan di desa karena volume pekerjaan dengan anggaran yang ada bisa lebih besar.

"Berbeda dengan pembangunan yang dilakukan pihak ketiga, jika masyarakat setempat yang melakukannya, dari sisi kualitas tentunya mereka ingin lebih baik. Begitu juga volume pekerjaan karena mereka sendiri yang langsung merasakan manfaatnya," katanya.

Bahkan ketika pekerjaan dengan spesifikasi khusus yang mau tidak mau harus melibatkan pihak ketiga, maka dalam pengerjaannya, masyarakat setempat juga akan terlibat langsung.

"Dari sinilah saya lihat ada transfer pengetahuan dan biasanya pihak ketiga yang mengerjakan juga diupayakan dari masyarakat setempat," imbuhnya.

PNPM Mandiri Perdesaan merupakan program untuk mempercepat
penanggulangan kemiskinan secara terpadu dan berkelanjutan. Pendekatan PNPM
Mandiri Perdesaan merupakan pengembangan dari Program Pengembangan
Kecamatan (PPK), yang selama ini dinilai berhasil.

Beberapa keberhasilan PPK adalah berupa penyediaan lapangan kerja dan pendapatan bagi kelompok rakyat miskin, efisiensi dan efektivitas kegiatan, serta berhasil menumbuhkan kebersamaan dan partisipasi masyarakat.

Selain itu, visi PNPM Mandiri Perdesaan adalah tercapainya kesejahteraan dan kemandirian masyarakat miskin perdesaan. Kesejahteraan berarti terpenuhinya kebutuhan dasar masyarakat.

Kemandirian berarti mampu mengorganisir diri untuk memobilisasi sumber daya yang ada dilingkungannya, mampu mengakses sumber daya di luar lingkungannya, serta mengelola sumber daya tersebut untuk mengatasi masalah kemiskinan.

Sementara itu, misi PNPM Mandiri Perdesaan adalah, pertama, peningkatan kapasitas masyarakat dan kelembagaannya; kedua, pelembagaan sistem pembangunan partisipatif; Ketiga, pengefektifan fungsi dan peran pemerintahan lokal; (4) peningkatan kualitas dan kuantitas prasarana sarana sosial dasar dan ekonomi masyarakat; (5) pengembangan jaringan kemitraan dalam pembangunan.

Dalam rangka mencapai visi dan misi PNPM Mandiri Perdesaan, strategi yang dikembangkan PNPM Mandiri Perdesaan yaitu menjadikan rumah tangga miskin (RTM) sebagai kelompok sasaran, menguatkan sistem pembangunan partisipatif, serta mengembangkan kelembagaan kerja sama antar desa.

Berdasarkan visi, misi, danstrategi yang dikembangkan, maka PNPM Mandiri Perdesaan lebih menekankan pentingnya pemberdayaan sebagai pendekatan yang dipilih. Melalui PNPM Mandiri Perdesaan diharapkan masyarakat dapat menuntaskan tahapan pemberdayaan, yaitu tercapainya kemandirian dan keberlanjutan, setelah tahapan pembelajaran dilakukan melalui Program Pengembangan Kecamatan (PPK). (rusman/antP

 

Arsip Berita