Sabtu, 26 Mei 2012
Dinkes Kota Bengkulu Antisipasi Penyakit Pasca Lebaran
Kamis, 16 September 2010 18:18
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 16/9 (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kota Bengkulu melakukan sosialisasi dan penyuluhan mengantisipasi penyebaran penyakit pada musim hujan dan pasca lebaran tahun ini.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bengkulu dr. Supardi, Kamis (16/9) mengatakan, dinasnya melakukan berbagai langkah seperti penyuluhan dan menyiagakan puskesmas, pustu (pusat kesehatan pembantu) penanggulangan untuk mengantisipasi penyebaran penyakit pada musim hujan dan pasca lebaran.

"Untuk mengantisipasi penyakit yang biasanya muncul pada musim hujan seperti demam berdarah dengue (DBD), Chikungunya dan diare, seluruh pusat kesehatan, serta tenaga medis agar siap dalam penanggulangan penyakit menular di Kota Bengkulu,"katanya.

Supardi menjelaskan, tiap desa dan wilayah binaan Dinkes, para petugas kesehatan melakukan penyuluhan mengenai penanggulangan penyakit, selain itu upaya pemberantasan dengan penyemprotan juga dilakukan.

Selain itu, Dinkes Bengkulu juga akan menyediakan tim reaksi cepat yang selalu siap setiap saat kalau ada wabah penyakit yang terjadi dan melakukan langkah penanggulangan dan pemberantasan bersama dengan tim pemberantasan penyakit.

Sementara itu Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinkes, Manado Karimel Sinambela mengatakan, langkah - langkah tersebut tetap dilakukan secara rutin di beberapa wilayah rawan penularan penyakit itu, seperti daerah yang dataran rendah dan selalu digenangi air.

Dikatakan Sinambela, tenaga dokter dan perawat juga telah tersedia dan selalu dalam keadaan siaga untuk melakukan pemberantasan dan penanggulangan penyakit, serta tim siap siaga sehingga dalam kondisi darurat tetap bekerja melakukan tugasnya.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bengkulu Ade Tarigan mendukung penuh langkah dan upaya dinas kesehatan itu, antisipasi memang harus dilakukan oleh Dinas Kesehatan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Sinambela berharap dinas terkait itu selalu sigap serta cepat dalam mengatasi permasalahan kesehatan masyarakat terutama kesehatan bayi dan ibu."Kita tidak ingin mendengar adanya bayi gizi buruk dalam Kota Bengkulu," katanya.

Dengan tim reaksi cepat dan siaga pemberantasan penyakit, ancaman penyakit di musim hujan seperti ini bisa dihadapi sehingga masyarakat benar-benar terlindungi, kata Ade Tarigan.

Berdasarkan pantauan SIGAP, memasuki musim hujan, maka banyak penyakit yang mulai menyebar di masyarakat seperti demam berdarah, chikungunya, diare, filariasis dan lainnya. Demam berdarah dan chikungunya merupakan penyakit yang disebarkan oleh nyamuk, dimana untuk demam berdarah merupakan salah satu penyakit yang banyak menelan korban di Indonesia.

DKI Jakarta pernah terjadi kejadian luar biasa, demam berdarah pada tahun 2007 lalu, dimana sejak bulan Januari hingga 8 April 2007 tercatat 10.942 kasus demam berdarah dengan jumlah kematian mencapai 41 pasien.

Kematian pasien sendiri biasanya terjadi karena keterlambatan penanganannya akibat pasien datang ke rumah sakit sudah dalam kondisi yang kritis  dan membahayakan.

Demam dengue merupakan penyakit demam akut yang disebabkan oleh virus dengue dan disebarkan melalui perantara nyamuk Aedes aegypti yang telah terinfeksi dengan virus dengue tersebut.

Demam dengue sendiri terbagi menjadi 2 yaitu demam dengue (DD) dan demam berdarah dengue (DBD). Demam berdarah dengue merupakan bentuk yang lebih parah dari demam dengue, dimana pendarahan dan syok terkadang dapat terjadi yang berakibat pada kematian.

Penyakit ini ditandai dengan timbulnya demam yang tinggi mendadak, sakit perut, muntah, dan sakit kepala. Dimana untuk demam berdarah dengue biasanya disertai dengan gejala lain yaitu terjadinya pendarahan yang biasanya akan muncul pada hari ke 3-5 pasca demam  dan syok akibat pendarahan. (ari prahasta/ant)

 

Arsip Berita