Sabtu, 26 Mei 2012
Klungkung: Tiga Menteri Akan Hadiri KKP
Kamis, 16 September 2010 11:04
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 16/9 (SIGAP) - Setelah sebelumnya sempat batal, kini tiga menteri positif menyatakan kehadirannya pada Peresmian Konservasi Kawasan Perairan di Pulau Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Bali tanggal 24 dan 25 September 2010.

"Kami sudah konfirmasi ketiganya, beliau positif untuk datang pada saat peresmian KKP (Konservasi kawasan perairan) di Kepulauan Nusa Penida," ucap Wakil Bupati Klungkung, Tjokorda Gde Agung, di Semarapura, Kamis (16/(0.

Ketiga menteri itu yakni Menteri Peranan Wanita, Linda Amalia Sari Gumelar, Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik serta Menteri Perikanan dan Kelautan Fadel Muhammad.

"Sebelumnya kunjungan menteri itu sempat batal, karena pada hari bersamaan direncanakan menghadiri perayaan `Hari Nyepi Segara` ( tidak boleh melaut), " ucapnya.

Namun, kata Gde Agung ketika dikonfirmasi ulang, mereka tidak memasalahkan kalau perayaan itu hanya dijelaskan saja pada saat mereka peresmian KKP.

"Acara itu kami positif rayakan pada tanggal 24 sampai dengan 25 September 2010," ujarnya.

Terkait kunjungan ketiga menteri itu, ujar Gde Agung, pihaknya telah membuat jadwal diantaranya khusus pada Jumat (24/9) akan dilakukan penyelaman di lautan di Jungut Batu. "Atraksi menyelam dilaut itu dilakukan langsung oleh para Menteri dan peserta lainya," ujarnya.

Usai menyelam, para Menteri itu akan melakukan dialog dengan masyarakat setempat.

Keesokan harinya, pada Sabtu (25/9) kata Gde Agung para peserta akan menyeberang ke Nusa Gede, ditempat inilah dilakukan peresmian KKP (Konservasi kawasan perairan) di Darmaga Nusa Penida. "Nah, pada saat itu juga akan dijelaskan soal Nyepi Segara yang ada di Nusa Lembongan. Nyepi itu dilakukan setahun sekali di desa setempat," katanya.

Khusus untuk Menteri Peranan Wanita, dirinya berharap agar bisa bisa memberikan motivasi para perempuan Nusa Penida. "Terlebih lagi wanita Nusa Penida selama ini memiliki karya yang cukup bagus untuk dikembangkan seperti kerajinan tenun cepuk dan ling," jelasnya.

Tidak hanya dua kerajinan itu saja, dirinya juga mengharapkan kerajinan rumput laut yang banyak dikerjakan kaum ibu itu bisa lebih berkembang.

"Potensi lumput laut Nusa Penida sangat besar, mudah-mudahan menteri bisa memberikan motivasi," katanya.

Usai melakukan kunjungan serta peresmian KKP, jelas Gde Agung, pihaknya akan menjamu para pejabat itu dengan menu yang sebagian besar dari rumput laut.

"Kami sajikan makanan khas Nusa Penida yang 100 persen bahannya dari rumput laut yaknu es campur rumput laut, lawar rumput laut dan roti dari rumput laut. Sajian itu sekaligus mempromosikan kuliner khas Nusa Penida," katanya.

Menurut data direktorat Konservasi dan Taman Nasional Laut (KTNL) menyebutkan bahwa sampai bulan Mei 2009 tercatat seluas 13,5 juta hektar kawasan konservasi perairan laut di Indonesia.

Jumlah ini melampaui target kawasan konservasi, sebagai komitmen pemerintah indonesia yang disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, yaitu 10 juta hektar kawasan konservasi pada tahun 2010.

Dari jumlah luasan tersebut DKP menginisiasi dan memfasilitasi + 8,1 juta hektar, sedangkan inisiasi Dephut + 5,4 juta hektar. Luasan 8,1 juta hektar tersebut terdiri dari sebuah taman nasional perairan laut sawu seluas 3,5 juta hektar dan 35 lokasi kawasan konservasi laut daerah (KKLD) yang luasnya mencapai 4,6 juta hektar.

Pada dasarnya Luasan kawasan konservasi itu sendiri bukan merupakan target utama, Target ke depan adalah melakukan pengelolaan kawasan konservasi tersebut secara efektif mendukung pengelolaan perikanan yang berkelanjutan untuk kesejahteraan masyarakat.  (wa prasetya/ant)

 

Arsip Berita