Sabtu, 26 Mei 2012
Presiden: Pemerintah Akan Percepat Pengetasan Kemiskinan
Rabu, 15 September 2010 09:28
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 15/9 (SIGAP) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada sambutan kuliah kepresidenan di Isatana Negara, Jakarta, Rabu (15/9) menegaskan, pemerintah akan mempercepat upaya mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan perekonomian bangsa. 

Lebih lanjut Presiden menjelaskan, program utama untuk mengentaskan kemiskinan adalah mengurangi angka pengangguran. Dengan pengurangan pengangguran, tingkat perekonomian masyarakat akan meningkat.

Dikatakan Presiden, pemerintah berniat untuk terus menjalankan kebijakan empat jalur dalam bidang ekonomi, yaitu pertumbuhan, lapangan pekerjaan, pengentasan kemiskinan, dan ramah lingkungan.

Presiden optimistis, dengan usaha maksimal, Indonesia mampu tumbuh dan sejahtera.

Pemerintah menargetkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada akhir 2010 mencapai 6%, atau naik dari capaian setahun sebelumnya yang hanya 4,5%.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menghadiri kuliah kepresidenan tentang pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan rakyat di Istana Negara, Jakarta.

Materi kuliah tersebut disampaikan oleh Dekan Harvard Kennedy School, John F. Kennedy School of Government, Prof David T. Ellwood, dengan tema utama "Creating Job, Reducing Poverty and Improving the Welfare of the People: Acting in Time on Hard Problems".

Presiden hadir dalam perkuliahan itu dengan didampingi oleh Wakil Presiden Boediono. Presiden dan Wakil Presiden tiba di tempat acara pada pukul 10.00 WIB.

Seluruh menteri Kabinet Indonesia Bersatu II, beberapa pejabat negara lainnya, para pimpinan BUMN, rektor sejumlah universitas, dan pimpinan media massa juga hadir dalam acara tersebut.

Kemudian, para akademisi, praktisi dan pengamat ekonomi yang tergabung dalam Komite Ekonomi Nasional dan Komite Inovasi Nasional juga berada di tempat acara.

Sebelum mengikuti perkuliahan, Presiden menerima Prof David T. Ellwood di Kantor Kepresidenan. Selain itu, Presiden juga menerima Direktur ASH Center for Democratic Governance and Innovation, Prof Anthony Saich, serta Fritz E. Simandjuntak dan Peter Sondakh dari Yayasan Rajawali.

Berdasarkan catatan SIGAP, meski terus turun dalam 5 tahun terakhir, tingkat kemiskinan di Indonesia masih relatif tinggi. Saat ini tingkat kemiskinan di Indonesia menurut Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Ketua Bappenas Armida Alisjahbana mencapai 13,33% dengan jumlah penduduk miskin 31 juta orang.
Hal itu diungkap Armida Alisjahbana, usai seminar Arah Kebijakan dan Strategi Pengentasan Kemiskinan di Bandung, Jawa Barat, Sabtu (24/7) lalu.

Menurut Armida, tingginya tingkat kemiskinan di Indonesia ini harus ditekan, agar dapat turun lebih cepat. Menurutnya, berbagai upaya sudah dilakukan pemerintah agar dapat lebih cepat menekan angka kemiskinan. Minimal mencapai 8% sampai 10% di penghujung tahun 2010 mendatang.
Program-program pengentasan kemiskinan tersebut antara lain dengan program Pemberdayaan Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) dan program Kredit Usaha Rakyat (KUR). Pemerintah juga akan memberikan perhatian khusus bagi daerah yang tingkat kemiskinannya tinggi, seperti di wilayah bagian timur Indonesia. (rusman/ant)

 

Arsip Berita