Sabtu, 26 Mei 2012
Sikapi Dengan Bijak Kasus HKBP
Selasa, 14 September 2010 22:09
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 14/9 (SIGAP) - Wakil Ketua MPR Lukman Hakim Saifuddin berharap tokoh-tokoh agama dan pihak lainnya menyikapi kasus penusukan terhadap pendeta Luspida Simanjuntak dan Asia Sihombing dari gereja HKBP secara bijak dan bisa memberikan kesejukan.

"Semua pihak, khususnya tokoh agama, harus memberikan kesejukan dalam mngomentari kasus "Ciketing-Bekasi"," kata Lukman Hakim di Gedung DPR,Jakarta, Selasa.

Menurut anggota DPR dari Partai Persatuan Pembangunan itu, tindak kekerasan tak semestinya dibalas dengan kekerasan.

"Kekerasan tidak harus ditanggapi dengan ucapan kekerasan, seperti makian, hujatan, bahkan tuduhan tak berdasar kepada Polri dan pemerintah," kata Lukman.

Dirinya juga meminta agar tokoh agama dan masyarakat tidak malah memanaskan situasi.

"Masyarakat jangan malah "dikompori" dengan kasus tersebut. Tokoh agama justru akan lebih arif dan solutif jika bersama tokoh masyarakat lainnya membantu pemerintah dan aparat penegak hukum untuk sempurnakan peraturan bersama tentang kegiatan peribadatan dan pedirian rumah ibadah. Akan lebih produktif jika mereka hadir dengan draft revisi peraturan tersebut guna dimusyawarahkan bersama," kata Lukman.

Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Bahrul Hayat mengatakan Kementerian Agama merasa prihatin atas kejadian penusukan terhadap tokoh agama HKBP.

"Kementerian Agama mengutuk dan prihatin atas kejadian tersebut," kata Sekretaris Jenderal Kementerian Agama itu.

Kementerian Agama juga meminta tokoh agama dan masyarakat agar tidak terpancing dan terprovokasi dengan kejadian tersebut.

"Kementerian Agama meminta tokoh-tokoh agama, masyarakat untuk tidak terpancing dengan apa yang terjadi di Bekasi, tetap menjaga keharmonisan beragama," kata Bahrul.

Pada hari Minggu (12/9) sekitar pukul 09.00 WIB , Pendeta Luspida Simanjuntak telah dipukul oleh orang tak dikenal. Sementara anggota Majelis HKBP Pondok Indah Timur, Asia Sihombing juga mengalami luka parah di perut akibat ditusuk oleh orang tak dikenal.

Akibat penusukan itu, Sihombing masih dirawat di rumah sakit. Peristiwa itu terjadi di sekitar wilayah Ciketing Bekasi. Diduga, pelaku mengendarai sepeda motor dan langsung melarikan diri usai kejadian tersebut.

Sebelumnya melalui rilis yang diterima SIGAP, pimpinan HKBP Ephorus HKBP, dto Pdt. Dr. Bonar Napitupulu dan Sekretaris Jenderal HKBP, dto Pdt. Ramlan Hutahaean, MT menyampaikan harapannya kepada presiden.

"Kepada Bapak Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono, untuk kesekian kalinya, kami mendesak agar mengambil tindakan serius terhadap masalah yang dialami warga jemaat kami HKBP Pondok Timur Indah, Bekasi dan gereja-gereja lain di wilayah Jawa Barat serta wilayah lainnya. Kami meminta agar Bapak memberikan perhatian yang sangat serius untuk menjamin berlakunya hukum di Negara Kesatuan Republik Indonesia. Selama kepemimpinan Bapak, eskalasi kekerasan terhadap umat beragama telah meningkat tajam dari waktu ke waktu. Kami kini menunggu tindakan dari Bapak." Pintanya. (wa prasetya/ant)

 

Arsip Berita