Sabtu, 26 Mei 2012
Sinabung Meletus Hunian Hotel Tinggal 50%
Selasa, 14 September 2010 22:05
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 14/9 (SIGAP) - Hunian hotel berbintang di Berastagi, Kabupaten Tanah Karo, Sumatera Utara pada Idul Fitri tahun ini anjlok dibandingkan tahun -tahun sebelumnya atau tinggal 50% akibat meletusnya Gunung Sinabung.

"Benar, hunian hotel di Berastagi pada Idul Fitri tahun ini jauh di bawah angka tahun-tahun sebelumnya. Pengaruh meletusnya Gunung Sinabung ternyata sangat besar," kata eksekutif pengelola Hotel Sibayak Berastagi, Tandeanus Sukardi, di Medan, Selasa (14/9).

Sebelum Gunung Sinabung meletus 29 Agustus 2010, kata dia, pesanan kamar hotel untuk lebaran cukup tinggi.

Namun pascameletusnya Sinabung itu, terjadi pembatalan-pembatalan pesanan hotel.

"Tetapi masih syukurlah, hunian hotel masih bisa sebesar 50 persen, meski dibandingkan tahun-tahun sebelumnya yang biasanya mulai H-2 hingga H+3, kamar Hotel Sibayak di Berastagi yang sebanyak 113 itu sudah terjual 100 persen," katanya.

Kalau hunian hotel di Berastagi berkurang, justru di Parapat, penuh sesak.

General Manager Hotel Niagara, Parapat, Cahyo Pramono, menyebutkan, sejak tanggal 9 hingga 12 September, tingkat hunian hotelnya sudah "full". "Bahkan banyak pesanan yang terpaksa ditolak karena kamar sudah terjual semua," katanya.

Tingkat hunian hotel itu baru mulai berkurang sejak tanggal 13 hingga 18 September atau hanya menjadi 40 persenan.

"Tingkat hunian hotel di Parapat memang naik kalau lebaran, tetapi tahun ini memang terasa lebih banyak permintaan.Mungkin warga yang membatalkan pesananan hotel di Berastagi mengalihkan ke Parapat," katanya.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut, Alimuddin Sidabalok, menyebutkan, biasanya, hunian hotel yang meningkat yang diikuti dengan kenaikan harga jual kamar di Idul Fitri membuat salah satu pemicu inflasi di daerah itu.

Seperti diketahui Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara (Sumut), meletus tepat pada pukul 00.08 WIB, Minggu (29/8/2010). Pada saat itu, warga yang berada di sekitar gunung tersebut diminta untuk mengikuti instruksi petugas di lokasi.

"Gunung meletus sekitar pukul 00.08 WIB," kata Asisten Staf Khusus Presiden Bidang Bencana dan Bantuan Sosial, Sangap Surbakti, kepada SIGAP.

Menurut Sangap  meletusnya gunung tersebut tidak terduga sebelumnya, meski ada kepulan asap yang muncul dari puncak Sinabung sejak hari hari sebelumnya.

DR Wahyu Triyoso, ahli gempa asal ITB  yang ikut dalam rombongan presiden saat kunjungan ke lokasi, mengaku khawatir dengan keadaan Sinabung.

"Soal sinabung, yang saya worry adalah lamanya energi potensial sekitar 400 tahun dan tidak termonitornya micro earthquake yang bikin kita hanya menduga duga," ungkapnya.

PVMG sendiri masih bekerja keras agar mampu mensuplai hasil monitoring dan mensuport informasi kepada pihak Pemerintah Kabupaten Karo, agar informasi bisa diperoleh oleh masyarakat luas.

"‎Tremor Gunung Sinabung kemunculannya, bisa dipantau melalui  www.vsi.esdm.go.id kemudian pilih "kamera Sinabung", jika  keluar peta sinabung tinggal klik icon mata," jelas Surono, Kepala PVMG kepada SIGAP. (wa prasetya/ant)

 

Arsip Berita