Sabtu, 26 Mei 2012
Babel: Pemprov Targetkan Wisatawan Naik 30%
Selasa, 14 September 2010 21:50
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 14/9 (SIGAP) - Pemerintah Provinsi Bangka Belitung (Babel) menargetkan kenaikan jumlah wisatawan sebesar 30% setiap tahun, dalam rangka program "Visit Babel Archi 2010", kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Babel Yan Megawandi.

"Target kenaikan ini seiring dengan gencarnya pemerintah daerah menggalakkan tahun kunjungan wisatawan ke Babel, yang pada tahun sebelumnya kenaikan kunjungan hanya mencapai 20 hingga 25 persen," katanya, di Pangkalpinang, Selasa.

Yan mengatakan, Disbudpar belum dapat memastikan secara rinci berapa jumlah wisatawan yang ditargetkan, karena belum validnya data wisatawan yang ada saat ini yang berkunjung ke Babel.

"Kami belum bisa memastikan secara rinci jumlah wisatawan yang berkunjung ke Babel, karena data yang ada belum valid," katanya.

Yan menambahkan, jumlah wisatawan yang dihitung berdasarkan yang berkunjung dan menikmati tempat wisata yang ada di Babel, bukan hanya datang berdasarkan jumlah penumpang pesawat.

"Mudah untuk melihat peningkatan kunjungan wisatawan dengan dilihat dari meningkatnya pemasukan daerah melalui pajak dari sektor restoran, hotel, retribusi dan sebagainya," ujarnya.

Yan berharap kunjungan wisatawan akan semakin meningkat seiring dengan selesainya beberapa hotel berbintang yang ada di Babel.

"Saat ini ada tiga hotel berbintang di Bangka seperti Novotel, Santika dan Aston dan dua hotel di Belitung, kami berharap hotel-hotel ini mampu menampung jumlah wisatawan dalam jumlah besar," katanya.

Menurutnya, yang menjadi kendala saat ini ada pada akomodasi, namun dengan beroperasinya hotel-hotel berbintang yang ada di Babel tidak lagi menjadi kendala.

"Kami berharap dengan beroperasinya hotel-hotel berbintang di Babel, akomodasi yang menjadi kendala saat ini tidak menjadi masalah lagi," ujarnya.

Sebelumnya, April lalu tingkat hunian sejumlah hotel di Provinsi Bangka Belitung (Babel) turun hingga 20% sebagai dampak melemahnya perekonomian di provinsi itu.

"Tingkat hunian hotel menurun 10-20 persen sebagai dampak melemahnya perekonomian, seiring menurunnya aktivitas penambangan timah sebagai komoditi andalan masyarakat untuk menjalankan roda perekonomian," kata pelaku bisnis perhotelan yang juga mantan Ketua Persatuan Hotel Republik Indonesia (PHRI) Babel, Halim Susanto, di Pangkalpinang kepada Antara.

Dirinya mengatakan, tingkat hunian di hotel kelas melati dan penginapan turun cukup siginifikan karena pengunjungnya kebanyakan dari masyarakat lokal.

"Tingkat hunian hotel berbintang tidak menurun begitu signifikan karena pengunjung kebanyakan dari luar daerah," ujarnya. (wa prasetya/ant)

 

Arsip Berita