Sabtu, 26 Mei 2012
Bengkulu: Jalinbar Terancam Putus Akibat Abrasi
Selasa, 14 September 2010 10:22
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 14/9 (SIGAP) - Puluhan titik jalan lintas barat Bengkulu terancam putus akibat abrasi pantai, sedangkan penanggulanganya terkesan lamban.

Kondisi tersebut bisa mengancam Provinsi Bengkulu kembali terisolir, akibat transportasi terputus akibat abrasi pantai yang semakin meningkat, kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bengkulu Nana Sudjana, Senin (13/9).

Kondisi jalan lintas barat Bengkulu saat ini ada puluhan titik yang terancam putus akibat abrasi dan sangat mengganggu kelancaran transportasi dari dan keluar daerah ini.

Dari puluhan titik rawan longsor itu antara lain ada empat jalur pintu masuk utama jalannya rusak parah seperti poros jalan lintas barat di wilayah Kabupaten Mukomuko menghubungkan dengan Sumatera Barat.

Kondisi serupa juga terjadi di daerah Padang Guci, Kabupaten Kaur longsor akibat abrasi bahkan semakin sulit karena salah satu sisi jalan tebing curam dengan langsung menghadap pantai.

Solusinya, jalur jalan nasional tersebut dipindahkan dengan membuat jalan baru, karena badan jalan yang ada tinggal 25% lagi, sisanya sudah masuk ke sungai.

"Padahal jalur ini merupakan pintu keluar Bengkulu menuju Provinsi Lampung," kata Nana.

Jalan antara provinsi yang sudah kritis itu juga terjadi pada poros Kota Manna-Pagaralam atau tepatnya di Kecamatan Pino Masat, ada beberapa kilo meter sering terjadi longsor.

Begitu juga dengan jalur Kepahiang-Lahat, karena longsor jalan tersebut putus hingga tidak dapat dilewati sama sekali oleh kendaraan roda empat. Bahkan roda dua pun harus ekstra hati-hati jika ingin melewatinya.

BPBD Bengkulu telah berkoordinsi dengan instansi terkait dan dilaporkan pada tingkat pusat.

Keempat jalur tersebut dapat secepatnya diperbaiki agar transportasi bisa lancar dan bila terjadi bencana alam seperti gempa bumi dan banjir bandang semuanya dapat ditangani dengan lancar.

“Berbeda dengan kerusakan jalan akibat dilewati kendaraan lebih tonase, itu adalah wewenang pemerintah daerah untuk menanggulanginya,” katanya.

Sebelumnya Kepala Satker Perencanaan Jalan Nasional Zakaria mengatakan, jalan nasional di Provinsi Bengkulu setiap tahun sudah mendapat anggaran pemeliharaan rata-rata di atas Rp100 miliar.

Sedangkan abrasi pantai juga sudah diprogramkan untuk penanggulangannya, namun semuanya tergantung kesiapan dana dari pusat dan kerja keras satuan kerja masing-masing, katanya.

Sebelumnya, kantor Staf Khusus Presiden Bidang Bencana Dan Bantuan Sosial telah mengunjungi berbagai titik jalan yang dimungkinkan akan terkena longsor akibat abrasi.

"Seperti yang di ada di titik kabupaten Kaur, jika tidak segera tertangani akan semakin memiliki dampak sosial ekonomi yang berkelanjutan, mengingat jalan tersebut merupakan satu satunya akses menuju bengkulu kota," jelas Erick Ridzky, Asisten Staf Khusus Presiden bidang Bantuan Sosial dan Bencana.

Seperti diketahui, lanjut Erick, Kantor Staf Khusus Presiden concern pada infrastruktur, mengingat kerusakan pada infrastruktur dan minimnya informasi atas perubahan iklim berakibat pada kenaikan harga komoditas dan mengakibatkan instabilitas harga dan melemahkan daya beli masyarakat. (wa prasetya/ant)


 

Arsip Berita