Sabtu, 26 Mei 2012
Perolehan Zakat Meningkat
Selasa, 14 September 2010 05:43
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 14/9 (SIGAP) - Kepala Seksi Bina Lembaga Zakat dan Wakaf Kementerian Agama (Kemenag) DIY Abdul Madjid mengatakan, perolehan zakat di Daerah Istimewa Yogyakarta pada periode Januari-Agustus 2010 yang ditampung di sejumlah badan dan lembaga amil zakat, infak, dan sedekah mencapai Rp3,2 miliar.

Abdul Madjid menjelaskan, jumlah zakat itu berasal dari 5 kabupaten dan kota yakni Kabupaten Bantul, Kulon Progo, Gunung Kidul, Sleman, dan Kota Yogyakarta.

Di Kabupaten Bantul terkumpul zakat sebanyak Rp145,23 juta dan telah disalurkan sebanyak Rp107,48 juta, Kulon Progo terkumpul Rp323 juta dan disalurkan Rp311 juta, Gunung Kidul terkumpul Rp254,64 juta dan disalurkan Rp254,6 juta.

Kabupaten Sleman mengumpulkan zakat sebanyak Rp680 juta dan disalurkan sebanyak Rp566,84 juta, dan Kota Yogyakarta mengumpulkan Rp1,71 miliar dan telah disalurkan Rp1,36 miliar.

"Perolehan zakat di Kota Yogyakarta pada Agustus 2010 mengalami peningkatan yang cukup signifikan dibanding bulan sebelumnya," katanya di Yogyakarta, Selasa (14/9).

Dirinya mengatakan, zakat di Kota Yogyakarta pada Agustus 2010 mencapai Rp200 juta, meningkat dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang hanya Rp100 juta.

"Peningkatan perolehan zakat itu terkait dengan bulan Ramadhan. Pertengahan Agustus 2010 bertepatan dengan bulan suci Ramadhan, sehingga warga banyak yang menyalurkan zakat," katanya.

Menurutnya, penyaluran zakat melalui sejumlah badan dan lembaga amil zakat, infak, dan shadaqah menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap badan dan lembaga tersebut cukup tinggi.

"Tingkat kepercayaan masyarakat terhadap badan dan lembaga amil zakat, infak, dan shadaqah saat ini cukup tinggi, karena sebagian besar warga menyalurkan zakatnya melalui badan dan lembaga tersebut," katanya.

Sementara itu di Kota Depok jumlah zakat yang terkumpul di daerah tersebut sebesar Rp7,7 miliar.  Ketua Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kota Depok, Jawa Barat Utuh Karang Topanesa mengatakan zakat tersebut terdiri atas zakat fitrah yang mencapai Rp6,3 miliar, maal Rp835 juta, infaq Rp646 juta, dan shodaqoh Rp10 juta.

"Besarnya nilai zakat yang diterima merupakan bentuk tingginya kesadaran masyarakat dalam menyalurkan hak bagi kaum `dhuafa` tersebut," katanya.

Untuk itu ia berharap agar pada tahun-tahun berikutnya nilai tersebut akan lebih naik lagi, sehingga bisa membantu saudara-saudara yang membutuhkan.

Menanggapi kenaikan nilai zakat tersebut, Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail mengatakan, ini merupakan hal positif di mana warga Depok menyadari pentingnya pembayaran zakat tersebut.

"Ini membuktikan bahwa warga Depok saling mau memberi, dan petugas juga semakin dekat dengan masyarakat," ujarnya.

Wali kota mengatakan, sebenarnya potensi zakat fitrah di Kota Depok sangat tinggi yaitu mencapai Rp20 miliar, jika dihitung dari jumlah penduduk yang mencapai 1,4 juta jiwa.

"Ini jika dikalikan dengan kewajiban zakat fitrah Rp17 ribu," ujarnya.

Nur Mahmudi berharap penerimaan zakat tersebut dapat terus ditingkatkan sesuai potensi yang ada.

Untuk itu, lanjut Nur Mahmudi, perlu ditingkatkan kesadaran masyarakat untuk menyempurnakan seluruh ibadah yang ada. (rusman/ant)

 

Arsip Berita