Sabtu, 26 Mei 2012
Kota Jambi: Sampah Terus Menumpuk
Selasa, 14 September 2010 04:41
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 14/9 (SIGAP) – Di Kota Jambi hingga Senin (13/9) terlihat tumpukan sampah pada sepuluh lokasi tempat penampungan sementara di sudut Kota tersebut. Sampah terlihat semakin menumpuk dan sudah mulai mengeluarkan bau yang tidak sedap bagi warga yang melintasi tempat tersebut.

Terkait hal itu, Madi (45), warga Lr Plamboyan, Broni Telanaipura Jambi mengatakan, sejak H-2 Lebaran lalu tempat sampah yang ada di permukimannya sudah tidak lagi diambil atau diangkat oleh petugas dinas kebersihan kota.

Dikatakan Madi, sampah tersebut, kini terus menumpuk ditempat tersebut dan bahkan sudah tidak tertampung lagi sehingga berserakan hingga di bahu jalan yang ada di lorong tersebut dan terlihat kendaraan yang melalui daerah tersebut juga cukup sulit karena banyaknya tumpukan sampah yang cukup bau.

Tidak hanya pemandangan tersebut terlihat di Lr Flamboya, Broni Telanaipura, hal yang sama juga terjadi di perumahan Perumnas Kota Baru Jambi, Pasar TAC, daerah Kelurahan Beliung dan simpang Mayang dan Simpang Talang Banjar.

Di tempat penampungan sementara itu, sampah terlihat terus menumpuk dan tidak ada yang mengangkutinya untuk dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA) di kawasan Talang Gula, Jambi luarkota.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kebersihan Kota Jambi, Arif Munandar sempat mengatakan, ada sekitar 3.000 meter kubik sampah di Ibu Kota Provinsi Jambi tidak terangkut pada hari pertama Lebaran karena Dinas Kebersihan setempat hanya mengerahkan sepertiga dari jumlah petugasnya.

Jumlah petugas kebersihan yang mau kerja lembur saat Lebaran sangat sedikit. Tercatat, dari 300 petugas kurang dari 100 orang yang mau bekerja saat Hari Raya Idul Fitri 1431 Hijriah, sehingga akibat kurangnya petugas kebersihan, 3.000-an meter kubik sampah di tempat pembuangan sampah sementara tidak terangkut.

Arif, memperkirakan jumlah sampah saat Lebaran bisa mencapai 7.000 meter kubik dan jumlah tersebut bertambah tiga kali lipat dari produksi sampah pada hari biasa dan volume sampah biasanya mulai normal saat H+5 lebaran bersamaan dengan itu seluruh petugas sudah bisa bekerja seperti semula.

Sementara itu, berdasarkan pantauan SIGAP, penumpukkan sampah pasca hari juga terlihat di beberapa kota lainnya. Di Tangerang Selatan misalkan, volume sampah yang dihasilkan pada saat hari Lebaran hingga pasca Lebaran ini meningkat 20% atau mencapai 100 kubik per hari dibandingkan hari biasa yang mencapai 80 kubik sampah per hari.

”Pasca lebaran ini pasti volume sampah meningkat,” ujar Pejabat Sementara Kepala Dinas Kebersihan Pertamanan dan Pemakaman Tangerang Selatan, Joko Suyanto pada Kamis pekan lalu.

Titik rawan penumpukan sampah di Tangerang Selatan berada di sejumlah lokasi seperti Pasar Ciputat,  Jombang, dan Serpong. Untuk mengantisipasi lonjakan volume sampah itu, Pemerintah Tangerang Selatan telah menyiapkan sejumlah langkah-langkah seperti melakukan kerjasama dengan Pemerintah DKI Jakarta dan Pemerintah Kabupaten Tangerang untuk menangani tumpukan sampah tersebut.
Tangerang Selatan hingga kini belum memiliki Tempat Pembuangan Akhir sampah.

Joko mengakui kerjasama antar daerah tersebut dilakukan karena Tangerang Selatan belum mampu melakukan pengelolaan sampah karena banyak fasilitas yang belum dimiliki oleh kota yang baru terbentuk dua tahun lalu itu hasil pemekaran Kabupaten Tangerang. Fasilitas minim itu, kata Joko, meliputi TPA dan armada pengangkut sampah. (rusman/ant)

 

Arsip Berita