Sabtu, 26 Mei 2012
Siak: Program Lingkungan Bercokelat
Senin, 13 September 2010 01:40
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 13/9 (SIGAP) - Pemerintah Kabupaten Siak mencanangkan program "Lingkungan Bercokelat" dengan membagi-bagikan ribuan bibit cokelat (coco) kepada warga untuk ditanam di pekarangan rumahnya masing-masing.

Camat Kandis, Rony Rahmat, Minggu (12/9) di Kandis, Kabupaten Siak menjelaskan bahwa program tersebut dijalankan oleh Badan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) kecamatan setempat.

Ribuan bibit coco didatang dan ditaruh di halaman Kantor Kecamatan Kandis, kemudian dibagi-bagikan oleh pihak PPL ke masing-masing desa. Selanjutnya, kata dia, diserahkan kepada warga setempat.

"Kami sangat mendukung adanya upaya pemanfaatan lingkungan perkarangan rumah ini," katanya.

Dengan adanya program itu, lanjut Camat Rony Rahmat, perkarangan rumah warga dapat menghasilkan buah-buahan sekaligus menghijaukan lingkungan.

Dijelaskan, masing-masing warga diberi 10 batang bibit coco untuk selanjutnya ditanam di perkarangan rumah mereka.

Pantauan di lapangan, aparat pemerintah desa di Kecamatan Kandis ada yang langsung menyuruh warganya yang menjemput bantuan bibit coco tersebut.

Dengan menggunakan keranjang rotan dan kendaraan roda dua, mereka mengangkut bibit itu ke rumahnya masing-masing.

Pembagian bibit coco ini langsung dipantau dan diawasi petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kecamatan Kandis.

Bahkan, tak jarang pula petugas langsung melansir bibit itu hingga ke rumah-rumah warga.

Sebelumnya seperti dilansir Republika, Kementerian Perdagangan merilis, ekspor kakao April 2010 turun jika dibandingkan Maret 2010. Mulai 1 April, pemerintah memberlakukan Bea Keluar (BK) kakao sebagai disinsentif ekspor komoditas bahan baku.
Nilai ekspor kakao pada April 2010 tercatat 53,6 juta dolar AS, turun 63,79% dibanding bulan sebelumnya yang sebesar 148,04 juta dolar AS. Dari sisi volume, ekspor kakao April 2010 sebanyak 16,13 juta kilogram, turun 67,79% ketimbang bulan sebelumnya, sebanyak 50,09 juta kilogram.  (wa prasetya/ant)

 

Arsip Berita