Sabtu, 26 Mei 2012
Jogja Kembali Gempa 5,O SR
Senin, 13 September 2010 01:16
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 13/9 (SIGAP). Yogyakarta kembali diguncang gempa. Masih dalam suasana Idul Fitri, pukul 23.38 WIB tanggal 12 September 2010 masyarakat Yogya dibuat terkejut. Gempa berkekuatan  gempa 5,0 SR menggoyang daerah istimewa itu. Epicentrum gempa berada pada 8,10 Lintang Selatan 110,37 Bujur Timur atau berjarak 23 km di Tenggara Bantul dengan kedalaman 10 km.

Sebelumnya, pada tanggal 21 Agustus 2010, Yogyakarta juga diguncang gempa dengan kekuatan yang sama. Epicentrum gempa kali ini, juga tidak terlalu berjauhan dengan sebelumnya. Hanya berselisih beberapa derajat saja.

Gempa yang terjadi pada 21 Agustus 2010 itu berada pada 8,03 Lintang Selatan 110,39 Bujur Timur, sementara kali ini berada pada 8,10 Lintang Selatan 110,37 Bujur Timur.

Jaraknya pun hampir sama, yakni di Tenggara Bantul. Kali ini berjarak 23 km, sebelumnya berjarak 15 km.

Asisten Staf Khusus Presiden Bidang Bantuan Sosial dan Bencana Erick Ridzky yang dihubungi politikindonesia.com, Minggu malam mengatakan, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan instansi terkait. Terutama dengan aparat pemda setempat. Hingga berita ini diturunkan belum tercatat adanya korban jiwa atau harta benda.

Patahan Baru

Pada saat terjadi gempa yang menggoyang Yogya 21 Agustus 2010, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta memberikan penjelasan tentang gempa tersebut. Gempa saat itu, berbeda dengan gempa sebelumnya, gempa kali ini tidak berasal dari sesar atau Patahan Opak. Pusat gempa berada di kawasan Kabupaten Gunungkidul.

Penjelasan itu disampaikan oleh Kepala Stasiun Geofisika BMKG Yogyakarta Budi Waluyo, Minggu (22/08).

Lebih jauh Budi menerangkan, gempa yang terjadi pada hari Sabtu (21/08) berada di sebelah timur sesar Opak sejauh 7 kilometer atau di kawasan Panggang Gunungkidul yang berbatasan dengan Bantul. "Sesar itu masih baru, kita belum tahu namanya, kira-kira lebih dari 27  kilometer timur Sesar Opak atau di wilayah Panggang Gunungkidul," papar dia.

Dikatakan Budi pula, wilayah tersebut merupakan penghujaman lempeng samudera Indo-Australia terhadap lempeng Eurasia. Penghujaman tersebut menyebabkan sesar baru di kawasan Panggang, Kabupaten Gunung Kidul. “Itu sesar aktif.”

Budi juga wanti-wanti, mengingat wilayah tersebut terdapat lapisan batuan kapur, maka saat terjadi gempa yang cukup besar akan sangat terasa getarannya dan sering menimbulkan kerusakan bangunan. (wa prasetya)

 

Arsip Berita