Sabtu, 26 Mei 2012
Aktivitas Pasar Tradisional Di Tanggamus Mulai Normal
Minggu, 12 September 2010 09:40
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta 12/9 (SIGAP)- Aktivitas sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Tanggamus mulai normal sehingga warga setempat kini tidak lagi kesulitan mendapatkan sayur-mayur dan kebutuhan pokok lainnya.

Berdasarkan pantauan di pasar tradisional Kotaagung, Minggu (12/9), sebagian pedagang sudah mulai berjualan.

Mereka pada Lebaran hari pertama dan kedua memilih tidak berjualan.

Menurut salah satu pedagang di pasar tradisional Kotaagung, Kuspani, harga buah-bauahan masih tinggi, karena belum ada petani atau agen yang memasoknya pasar tradisional.

"Stok dagangan sudah hampir habis, dan buah-buahan yang ada merupakan barang yang dibeli sebelum Lebaran," katanya.

Dirinya mengatakan, harga jual buah-buahan masih bertahan tinggi karena permintaan cukup besar, sementara stoknya terbatas.

"Kenaikan harga buah-buahan masih dalam batas wajar, hanya sekitar 10-20 persen saja dari harga sebelum Lebaran. Seperti buah mangga kuweni, sebelumnya sekitar Rp7.000 perkilogram, saat ini berkisar Rp8000-Rp8.500 perkilogram," ujarnya.

Di tempat terpisah, salah satu pedagang sayur-mayur dari Kecamatan Gisting yang setiap harinya berjualan di pasar tradisional Kotaagung, Tukiyem, menyebutkan stok sayur-mayur di pasar itu terbatas.

"Stok sayur-mayur terbatas, karena belum banyak petani yang ke ladang. Ongkos angkut barang dari Gisting ke Kotaagung juga mengalami kenaikan, walaupun kenaikannya hanya pada kisaran Rp1.000-Rp1.500 per penumpang," katanya.

Sebelum Lebaran, ongkos penumpang dengan barang bawaan satu kuintal dikenakan biaya Rp4.500 untuk sekali jalan, sekarang menjadi Rp6.000.

"Kenaikan ongkos itu relatif normal, dan kami bersyukur sudah ada kendaraan perdesaan yang mau beroperasi, walaupun jumlahnya masih sangat terbatas," katanya.

Harga sayur kangkung sekarang Rp1.500/ikat, sebelumnya Rp750/ikat, dan harga melinjo naik dari Rp5.000/kg menjadi Rp10.000/kg.

Harga kentang semula Rp5.000 perkilogram, saat ini menjadi Rp6.000 perkilogram; buah labu sebelumnya Rp2.000/kg, sekarang Rp4000 perkilogram; buncis naik dari Rp4.000/kg menjadi Rp6.000 perkilogram; kol naik dari Rp4.000/kg menjadi Rp5.000 perkilogram; serta harga wortel melonjak dari Rp4.000 perkilogram menjadi Rp7.000 perkilogram.

Selain itu, harga terong naik dari Rp5.000/kg menjadi Rp6.000 perkilogram; harga timun naik dari Rp2.500/kg menjadi Rp4.000 perkilogram; cabai merah besar/kecil sebelumnya hanya Rp25.000 perkilogram, saat ini mencapai Rp30.000 perkilogram; harga rampai naik dari Rp8.500/kg menjadi Rp12.000 per kilogram; dan daun katuk semula Rp2000/ikat, sat ini naik menjadi Rp4000/ikat.

Di NTB

Aktivitas pasar dan pertokoan di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, pada H+2 Hari Raya Idul Fitri 1431 Hijriyah, Sabtu, masih sepi karena para pedagang bersilaturrahmi bersama keluarga dan kerabat.

Para pedagang di pusat pertokoan Pancor atau "Pancor Trade Center" (PTC) hingga saat ini belum berjualan, yang terlihat hanya pedagang sayur, dan itu pun belum ramai pembeli.

"Hampir seluruh pasar di Lombok Timur belum ada aktivitas yang menonjol, yang terlihat hanya beberapa pedagang sayur," kata petugas pasar Marwan.

Dirinya mengatakan kalau dihitung jumlah pedagang di pasar Pancor sebanyak 700 orang, hanya 10% yang menggelar dagangannya.

Begitu juga dengan toko-toko yang ada di sepanjang jalan Tuan Guru Kyai Haji Muhammad Zainuddin Abdul Madjid, masih sepi dan diperkirakan baru akan buka pada H+3 dan H+4.

Dirinya mengatakan aktivitas perdagangan diperkirakan akan normal sepekan setelah Idul Fitri. (wa prasetya/ant)

 

Arsip Berita