Sabtu, 26 Mei 2012
BMKG Jambi: Cuaca Ekstrim Berpotensi Timbulkan Puting Beliung
Minggu, 12 September 2010 06:12
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 12/9 (SIGAP) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Jambi melansir cuaca ekstrim dengan kecepatan angin 8-20 km/jam berpotensi menimbulkan puting beliung dan gelombang besar di atas 2,5 meter di pantai timur. BMKG menginformasikan kondisi cuaca tersebut cukup berbahaya bagi keselamatan pelayaran.

Kepala BMKG Provinsi Jambi, Remus L Tobing di Jambi, Minggu, mengatakan, musim tidak menentu itu seharusnya musim kemarau, namun masih diselingi hujan, angin akan menempuh tiga jalur di Provisi Jambi, yakni barat, tengah dan timur.

Dikatakan Remus, untuk jalur barat seperti Muara Bungo kondisi cerah dan berawan dengan kecepatan angin Tenggara-Barat Daya 8-18 km/jam, sementara jalur tengah seperti Muara Tebo dan jalur Timur, Kuala Tungkal kondisi juga sama.

Selanjutnya bagian jalur barat dan tengan tengah, seperti Bangko dan Muara Bulian kondisi cuaca juga sama berawan, dengan arah dan kecepatan angin Tengara-Barat daya dan Timur-Selatan antara 8-18 km/jam.

Sementara itu diinformasikan, jalur timur Muara Sabak arah dan kecepatan angin Tenggara-Selatan antara 8-20 km/jam, dan itu termasuk kategori tinggi yang bisa menimbulkan gelombang besar di atas 2,5 meter.

Masa transisi ini, cuaca ekstrim seperti angin puting beliung, hujan deras disertai kilat dan petir bisa terjadi seketika, dan itu perlu mendapat perhatian serius semua pihak, terutama pengguna jasa transportasi.

Khusus di Kota Jambi, selama dua hari terakhir, pada sore hari terjadi cuaca ekstrim, yakni hujan deras disertai angin kencang dan petir.

Hal serupa juga tidak menutup kemungkinan terjadi di daerah lainnya, seperti di kabupaten kerinci dan kabupaten lainnya wilayah barat Provinsi Jambi.

Khusus di kawasan pantai timur, cuaca ekstrim seperti kecepatan angin bisa mencapai 20 km/jam itu berpotensi menimbulkan gelombang besar, dan itu jelas sangat berbahaya bagi pelayaran, terutama untuk kapal berukuran kecil.

Untuk itu bagi pengusaha jasa pelayaran di pantai timur tetap mempedomani laporan BMG sebelum belayar bagi keselamatan pelayaran masyarakat pemudik.

"Ini penting untuk mengantisipasi kecelakaan yang merenggut korban jiwa, terutama selama arus mudik dan balik lebaran yang ramai dilayari kapal niaga dan penumpang," kata Remus L Tobing. (rusman/ant)

 

Arsip Berita