Sabtu, 26 Mei 2012
Pedagang Bunga Ketiban Rejeki
Sabtu, 11 September 2010 11:02
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 11/9 (SIGAP)- Sejumlah pedagang bunga kuburan musiman di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, ketiban rejeki dari peziarah usai pelaksanaan ibadah Shalat Hari Raya Idul Fitri 1431 Hijriah.

Pantauan Antara di Majene, Jumat, pedagang bunga kuburan musiman memanfaatkan lokasi pemakaman umum Umat Islam di Kelurahan Baurung Majene itu terlihat sibuk melayani pembeli yang tengah melakukan ziarah ke makam kerabat keluarga mereka.

Jubaeti, salah satu pedagang bunga musiman mengatakan, menjual bunga pada hari lebaran rutin dilakukan, mengingat permintaan sangat tinggi.

"Penjualan bunga di hari lebaran laris oleh pembeli, karena saat seperti ini banyak masyarakat melakukan ziarah usai pelaksanaan shalat Idul Fitri," katanya.

Jubaeti mengemukakan, dirinya menyiapkan stok bunga yang banyak seperti kembang sepatu, ros, mawar yang dicampur menjadi satu. "Harga bunga yang dijualkan berkisar Rp5000/kantong. Lumayan, kami bisa meraih untung hingga kisaran antara Rp80 ribu hingga Rp100 ribu,` jelasnya.

Menurutnya, warga yang memanfaatkan kesempatan ziarah kubur ini dilakukan setelah melaksanakan ibadah Shalat Ied hingga usai ibadah salat Jumat.

Pemakaman yang tepat berada disisi jalan Jenderal Sudirman yang juga jalan poros Majene-Makassar ini terlihat dipadati kendaraan roda dua maupun empat yang diparkir oleh peziarah.

Kondisi ini memaksa aparat kepolisian setempat harus disibukkan untuk mengatur jalur lalu lintas untuk menghindari dari kemacetan jalan. Ismail, anggota Satlantas Majene, mengatakan, dirinya belum sempat bersilaturrahmi dengan keluarga karena masih sibuk mengurus lalu lintas.

"Ini sudah menjadi tugas kepolisian untuk mengatur lalu lintas. Jadi, saat suasana seperti ini kami hanya bisa bertemu keluarga dalam waktu singkat di rumah dan setelah itu kembali menjalankan tugas sebagai abdi negara," tuturnya.

Di NTB

Di Lombok Barat, Puluhan penjual bunga rampai di sejumlah tempat pemakaman umum di Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, meraup untung karena tingginya permintaan konsumen. Nengah, pedagang bunga rampai di makam Den Mas Uning (Demung) di Kecamatan Labuapi, Lombok Barat, Jumat, mengaku mendapat omzet penjualan bunga rampai dalam setengah hari Rp150 ribu.

"Pada hari biasa, dalam sehari maksimal saya mampu menjual bunga rampai Rp50 ribu," katanya. Menurutnya, satu bungkus bunga rampai yang berisi kembang setaman ditambah irisan daun pandan dijual Rp1.000, kalau hari biasa Rp500-Rp750.

"Kembang setaman yang dijual ini sebagian dibeli dari pasar, tetapi ada juga hasil tanaman di depan rumah," katanya.

Dirinya mengatakan, berjualan bunga rampai pada saat Idul Fitri memang sudah ditunggu para pedagang bunga rampai. "Ini terkait tradisi ziarah kubur ummat muslim setelah shalat Idul Fitri.

Jumlah pengunjung pada hari Idul Fitri memang akan terus berkurang, namun pada saat lebaran topat (ketupat) seminggu setelah Idul Fitri, jumlahnya akan meningkat," katanya.

"Lebaran topat merupakan lebaran khusus untuk berziarah kubur ke makam-makam yang dikeramatkan di daerah ini, setelah itu warga mengunjungi objek wisata untuk istirahat sambil makan ketupat dan bantal (jajanan khas Lombok terbuat dari ketan)," katanya. (wa prasetya/ant)

 

Arsip Berita