Sabtu, 26 Mei 2012
Banyuwangi: Kapal Yang Beroperasi Di Ketapang 15 Unit
Sabtu, 11 September 2010 10:57
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 11/9 (SIGAP) - Kapal feri yang beroperasi di lintasan Landing Craft Machine ("LCM") di Dermaga Pontong dan Movable Bridge (MB) Pelabuhan Ketapang (Banyuwangi) - Gilimanuk (Bali) hanya ada 15 unit, karena tidak ada angkutan sembako yang melintas.

Data di Posko PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry (Persero) Ketapang, Banyuwangi, Jumat pukul 00.00 WIB - 20.00 WIB, mencatat hanya ada tiga unit kendaraan Golongan VII Barang yang menyeberangi Selat Bali.

Selain itu, satu dari Pelabuhan Ketapang dan dua unit dari Pelabuhan Gilimanuk, sedang kendaraan Golongan VIII Barang tidak ada satupun.

"Kedua golongan kendaraan barang itu biasanya dilayani kapal feri di lintasan `LCM`, namun karena hanya ada tiga unit kendaraan Golongan VII Barang sehingga terpaksa dilayani di lintasan dermaga tronton dan MB," kata seorang petugas Posko PT ASDP Ketapang, Hermanto.

Apalagi seharian seluruh kapal feri di lintasan `LCM` berhenti operasional.

Sementara itu jumlah kendaraan Golongan V dan VI Barang tercatat sebanyak 85 unit dari Pelabuhan Gilimanuk dan 83 unit dari Pelabuhan Ketapang.

Untuk kendaraan Golongan IV Penumpang dan Golongan IV Barang, Golongan V Penumpang dan kendaraan Golongan VI Penumpang yang menyeberang dari Pelabuhan Gilimanuk tercatat 1.961 unit kendaraan.

Dari jumlah itu, sebagian besar adalah kendaraan roda empat pribadi, seperti jenis sedan dan kendaraan niaga penumpang sebanyak 1.788 unit atau 91,17% dari total kendaraan penumpang dan barang.

Begitu pula dari Pelabuhan Ketapang untuk golongan dan jenis yang sama tercatat sebanyak 2.432 uni, yang sebagian besar kendaraan roda empat pribadi sebanyak 90,29%.

Untuk kendaraan roda dua masih tercatat lebih banyak dari arah Pelabuhan Gilimanuk, Bali sebanyak 3.787 unit dibanding dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur dengan tujuan ke Bali sebanyak 557 unit.

Untuk penumpang dari arah Bali juga tercatat masih lebih banyak yaitu 19.472 orang dibanding dari arah Pulau Jawa sebanyak 17.277 orang.

Sementara itu dari hasil rekapitulasi Posko Data PT ASDP Ketapang mencatat jumlah warga yang mudik baik dari arah Pulau Bali maupun Pulau Jawa melalui Selat Bali mencapai 398.217 orang atau naik sebesar 19,15% dibandingkan dengan tahun lalu yang tercatat sebanyak 334.195 orang.

Kendaraan roda dua naik sebesar 5,95% dari 64.204 unit pada tahun lalu menjadi 68.026 unit, sedang kendaraan roda empat campuran mengalami kenaikan sebesar 7,26 persen dari 43.876 unit menjadi 47.063 unit.

Sebelumnya seperti diberitakan Antara, PT ASDP Ketapang Gilimanuk sudah menyiapkan segala infrastruktur guna mengantisipasi mudik lebaran September 2010 mendatang. Hal tersebut di sampaikan Dirut PT ASDP Indonesian Ferry Ketapang, Bambang Bhakti ketika memberikan penjelasan kepada wakil menteri Perhubungan Bambang Susantono.

Menurut Bambang, PT ASDP Indonesia Ferry Ketapang Gilimanuk melakukan tiga hal untuk persiapan transportasi lebaran. Tiga hal tersebut adalah pelayanan pelayaran, cctv dan electronic ticketing (e-ticketing). Semuanya sudah dipersiapkan agar pada pelaksanaan lebaran tidak terjadi kendala.

Pada bulan September mendatang 17 unit kapal penumpang motor (KMP)) dan 11 unit kapal LCT dipastikan melayani para pemudik. Dalam sehari nantinya ada 224 trip dengan melibatkan dermaga ponton.

Sementara untuk pengamanan pihaknya juga menempatkan Camera Cirkuit Television (CCTV) di 15 titik pelabuhan Ketapang dan 15 titik di pelabuhan Gilimanuk.

Dari 15 tempat kamera nantinya akan dipilih tiga lokasi strategis, baik yang di pelabuhan ketapang dan Gilimanuk, untuk disambungkan langsung koneksinya ke Kementerian Perhubungan. (wa prasetya/ant)

 

Arsip Berita