Sabtu, 26 Mei 2012
Kubu Raya: Petani Didorong Kembangkan Komoditas Sehat
Sabtu, 11 September 2010 10:53
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta,  11/9 (SIGAP) - Pemerintah Kabupaten Kubu Raya mendorong petani kelapa di Kecamatan Sungai Kakap untuk mengolah hasil panen menjadi komoditas bernilai jual tinggi serta tidak mengandung "kolesterol".

"Jika ini dikembangkan dengan baik, tentu dapat menjadi citra dagang Kabupaten Kubu Raya," kata Djoko Triyono, Kabid Perkebunan, Dinas Kehutanan, Perkebunan dan Pertambangan Kubu Raya, di Sungai Raya, Jumat.

Meski masih bersifat industri rumahan, namun permintaan komoditas itu semakin hari terus meningkat. Adapun kelebihan minyak tanpa kolesterol, juga memiliki ketahanan yang jauh lebih baik dari minyak goreng biasa.

"Jika minyak biasa bisa digunakan sampai dengan tiga kali penggorengan, namun dengan minyak sehat, bisa sampai dengan sepuluh kali penggorengan. Dan satu hal yang mutakhir adalah minyak sehat ini non kolesterol," jelasnya.

Menurut Djoko, untuk penelitian minyak tanpa kolesterol tersebut, masyarakat mengadopsi ilmunya dari Yogyakarta.

Dengan bahan dasar kelapa dan cara yang sederhana tersebut, ternyata mampu diaplikasikan di Kabupaten Kubu Raya, tepatnya Kecamatan Sungai Kakap.

Saat diikutkan dalam berbagai pameran, antusias masyarakat untuk membeli minyak sehat tersebut sangat memuaskan.

"Minyak tersebut sudah ikut pameran beberapa kali, baik di tingkat regional maupun nasional, dan hasilnya cukup baik," ujar Djoko.

Meski belum dijual di pasaran, namun pihaknya berjanji akan membantu promosi minyak sehat produksi masyarakat Kubu Raya itu.

Untuk tahap awal sementara dan dengan pengemasan yang sederhana, minyak sehat dijual dengan harga Rp7 ribu ukuran 600 mililiter.

Harga ini berbeda jauh dengan minyak sehat yang dijual di Yogyakarta dimana kemasan satu liternya, dipasarkan dengan harga Rp25 ribu.

"Secara fisik, minyak sehat berbeda warna dengan minyak goreng biasa. Jika minyak goreng biasa pada umumnya berwarna kuning, untuk minyak sehat warnanya putih bersih, seperti air mineral," katanya.

Industri rumahan minyak kelapa tanpa kolesterol itu hanya mampu menghasilkan 50 liter per hari.

Djoko menambahkan, sebagai kabupaten baru hasil pemekaran dari Kabupaten Pontianak, Kubu Raya memiliki potensi yang luar biasa besar.

"Dibalik semua itu, secara perlahan dari berbagai potensi tersebut sepertinya sudah mulai dimanfaatkan oleh masyarakat," kata dia.

Dalam catatan SIGAP, minyak kelapa murni atau virgin coconut oil adalah minyak kelapa yang dibuat dari bahan baku kelapa segar dan diproses dengan pemanasan terkendali atau tanpa pemanasan sama sekali serta tanpa bahan kimia.

Proses itu membuat kandungan senyawa-senyawa penting yang dibutuhkan tubuh tetap utuh. Minyak kelapa murni dengan kandungan utama asam laurat ini memiliki sifat antibiotik, antibakteri, dan antijamur.

Karena berkadar air dan asam lemak bebas yang rendah, warna minyak kelapa pun bening, berbau harum, dan tahan lama bila disimpan yaitu lebih dari 12 bulan.

Penggunaan energi dalam pembuatan minyak kelapa terbilang tak terlalu besar sehingga kandungan kimia dan nutrisinya tetap terjaga terutama asam lemak dalam minyak.

Minyak kelapa juga mengandung vitamin A, D, E, dan K, serta provitamin A (karoten) yang larut dalam lemak sehingga penting bagi metabolisme tubuh.

Menurut penelitian, seperti dikutip mediaindonesia.com, terhadap penduduk di Pulau Nikobar, Indoa, dan Lashavadeep, serangan kardiovaskular di kalangan warganya sangat rendah karena mereka menggunakan minyak kelapa sebagai minyak untuk mengoreng makanan. (wa prasetya/ant)



 

Arsip Berita