Sabtu, 26 Mei 2012
Gubernur: Ramadhan Bangkitkan Potensi Dasar Penciptaan Manusia
Sabtu, 11 September 2010 10:48
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 11/9 (SIGAP) - Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno mengatakan, eksistensi bulan suci Ramadhan membangkitkan kembali potensi dasar penciptaan manusia, yaitu potensi "Illahiyyah" untuk menjadikan manusia sebagai makhluk yang bertaqwa.

Gubernur Sumbar menyampaikan hal itu, saat bertindak sebagai khatib shalat Idul Fitri 1431 Hijriyah di halaman kantor gubernur Jalan Jenderal Sudirman yang diikuti puluhan ribu umat Islam di Kota Padang, Jumat.

Dalam pelaksanaan shalat Id 1431 Hijriyah tampak hadir sejumlah pejabat, di antaranya Wakil Gubernur Sumbar, Muslim Kasim, Ketua DPRD, Yultekhnil, Kapolda Sumbar, Berigjen Pol Andayono, dan unsur muspida serta Wali Kota Padang, Fauzi Bahar, Wakil Wali Kota Padang, Mahyeldi Ansharullah.

Gubernur menyatakan, "Sadarkah bahwa bumi yang diinjak, langit yang dijunjung, udara yang kita hirup dan air yang diminum adalah milik Allah SWT".

Jadi, kesadaran ini setidak-tidaknya muncul ketika umat Islam sedang menahan haus dan lapar di siang hari selama bulan suci Ramadhan.

Menurut gubernur, manusia sesungguhnya juga memiliki potensi sosial sejak diciptakan Allah SWT di dalam rahim ibunya. Hal itu, dibuktikan bahwa ketika seorang bayi hadir di dunia tidaklah lahir sendirian, tetapi ditemani oleh saudaranya yang disebut secara medis dengan plasenta.

Artinya, janin sejak dari dalam rahim ibunya telah terbiasa berdampingan dengan makhluk lain di luar dirinya, itulah yang menjadi potensi sosial tersebut.

Bahkan, aktivitas ibadah selama Ramadhan telah membangkitkan dan menggelorakan potensi sosial manusia, dimana sama-sama menahan pahit getir, lapar dan haus di siang hari, tanpa membedakan status sosial dan jabatan seseorang.

Menjelang sore, kata gubernur, juga bersama-sama menunggu datangnya detik-detik berbuka dan juga menjelang waktu Imsak di masing-masing wilayah.

Jadi, tidak ada keistimewaan waktu bagi yang kaya atau golongan tertentu untuk berbuka dan menahan puasa lebih dahulu dibandingkan dengan si miskin atau rakyat biasa.

Gubernur menambahkan, potensi sosial manusia juga dibangkitkan melalui pembayaran zakat fitrah, baik zakat harta dan menyantuni terhadap anak yatim piatu serta orang tua jompo sebagai konsekuensi dari berbagai kekurangan yang dilakukan selama bulan Ramadhan.

"Di sinilah eksistensi bulan Ramadhan dalam membangkitkan potensi sosial penciptaan manusia," katanya.

Selain itu, manusia juga memiliki potensi kesucian atau al Fitriyyah al Thohiriyyah, sehingga setiap anak yang lahir ke muka bumi tidak ada yang berdosa.

Pada Ramadhan, jelar Irwan, potensi kesucian ini dibangkitkan kembali dengan dibukakannya oleh Allah SWT pintu ampunan yang selebar-lebarnya bagi orang-orang yang benar-benar melakukan rangkaian ibadah puasa, tarawih dan ibadah lainnya dengan penuh keimanan dan keikhlasan.

Sementara Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sumbar, Darwas dalam sambutannya menyampaikan, keadaan gempa pada 30 September 2009 masih belum lupa dari ingatan.

Terkait, bencana alam itu telah mengubah wajah Sumbar, namun patut bersyukur masyarakat Ranah Minang mampu bangkit segera dan menjadikan semua ini pembelajaran yang berharga untuk menata kehidupan lebih baik ke depannya.

Selain itu, masyarakat Sumbar telah berhasil melangsungkan pesta demokrasi rakyat yang berjalan secara langsung, bebas, rahasia, jujur dan adil, tanpa ada terjadi konflik dan huru hara, meskipun terdapat perbedaan dalam pilihan.

"Kita semua juga telah menyatakan tekad untuk secara bersama mendukung kemenangan pemimpin yang terpilih dalam pesta demokrasi Sumbar," katanya.

Terkait, tantangan Sumbar ke depan jauh lebih berat, sehingga menuntut berbagai elemen masyarakat untuk saling kerjasama dan kesatuan tekad mengayuh program pasca gempa dan program pro rakyat dari kepala daerah.

"Sesungguhnya Ramadhan juga melatih diri kita (umat Muslim) untuk amar makruf nahi mungkar. Maka, latihan yang selama sebulan penuh dilaksanakan harus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari ke depannya," katanya.

Sebelumnya diberitakan padangkini.com, lebih 1.000 jamaah Tarekat Naqsabandiyah Kota Padang merayakan hari raya Idul Fitri 1431 Hijriah hari ini, Rabu (8/9/2010). Tarekat Naqsabandiyah Padang selalu lebih cepat dua hari menetapkan Ramadan dan Idul Fitri dari versi pemerintah.

Di dua mesjid Tarekat Naqsabandiyah di Kecamatan Pauh, Kota Padang, para jamaah yang sebagian besar orang tua sudah hadir ke mesjid pukul 07.00 WIB.

Di mesjid Surau Baru salat Idul Fitri dua rakaat dengan kotbah doa berbahasa Arab salat dimulai pukul 07.30 WIB dan sudah selesai 07.45 WIB. Sedangkan di mesjid Baitul Makmur salah Ied selesai pukul 08.15 WIB.

Di mesjid Baitul Makmur yang merupakan mesjid pusat Tarekat Naqsabandiyah di Sumatera Barat hanya sekitar 200 jamaah yang ikut salat. Salat dipimpin Imam Edison Revindo dan Khatib Safri Malin Mudo.

Salat juga diikuti puluhan perempuan dan laki-laki lanjut usia yang mengikuti kegiatan Suluk di mesjid itu, yaitu kegiatan agama total selama 40 hari. Mereka dating dari berbagai daerah kabupaten dan kota lain seperti Solok dan Payakumbuh.

Imam mesjid Edison Revindo yang juga Sekretaris Tarekat Naqsabandiyah Sumatera Barat, 48 tahun, mengatakan, pengikut dan mesjid Tarekat Naqsabandiyah di Sumatera Barat ada di setiap kota dan kabupaten dengan pengikut sekitar 8.000 orang. Sedangkan di Kota Padang terdapat lebih 10 mesjid dengan pengikut sekitar 3.000 orang. (wa prasetya/ant)

 

Arsip Berita