Sabtu, 26 Mei 2012
Gorontalo: Banjir Kembali Landa Wilayah Kota
Sabtu, 11 September 2010 10:35
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 11/9 (SIGAP)- Setelah kurang lebih enam jam diguyur hujan lebat banjir kembali melanda sebagian besar wilayah Kota Gorontalo, bahkan air sudah menggenangi beberapa ruas jalan setempat.

Dari pantauan hingga pukul 23.47 waktu setempat, air sudah melanda beberapa kecamatan yang ada di Kota Gorontalo, di antaranya adalah wilayah Kecamatan Kota Barat dan Kota Selatan.

Heriyanto salah seorang warga yang ada di Kelurahan BiawuKecamatan Kota Selatan mengatakan bahwa, air mulai naik sejak pukul 20.11 waktu setempat.

"Sejak sore tadi setelah hujan reda, saya melihat air yang ada di Sungai Bolango sudah mulai naik, akibatnya hingga saat ini luapan air dari sungai tersebut merendam puluhan rumah," Kata Heriyanto, Jumat.

Pihaknya mengakui bahwa, keadaan seperti ini sudah biasa dialaminya, pasalnya sudah hampir tiga bulan terakhir, jika hujan turun cukup lama, maka wilayah yang rawan banjir ini pasti kembali akan digenangi air.

Hal yang sama juga dutarakan oleh Nurlela warga Kelurahan Lekobalo Kecamatan Kota Barat di mana saat ini air terus naik hingga batas lutut orang dewasa.

Dari pantauan beberapa ruas jalan yang ada di Kota Gorontalo, seperti Jalan Gunung Lompo Batang, Jalan Diponegoro, Jalan Raja Eyato, Jalan Mohamad Yamin dan beberapa ruas jalan lainya sudah mulai tergenangi air.

"Rata-rata ketinggian air mencapai antara 30 hingga 40 centimeter," Kata Fadjar, warga lainya yang ada di Kelurahan Limba B.

Mereka berharap agar pemerintah cepat bertindak mengatasi masalah banjir yang sudah terjadi dalam kurun waktu tiga bulan terakhir ini, kata Fadjar.

Disebabkan Masyarakat

Pihak Dinas Sosial Kabupaten Gorontalo Utara menilai bahwa, penyebab banjir yang sering melanda  adalah karena ulah masyarakat di daerah itu sendiri.

Seperti diketahui, jika hujan berlangsung terus menerus dalam beberapa hari saja, maka banjir tidak dapat dielakan.

Bulan juni lalu, bencana banjir bandang terbesar dengan merendam rumah warga sebanyak 525 rumah yang tersebar di beberapa titik wilayah yang rawan dengan bencana tersebut telah terjadi.

“Kami mencatat bahwa bencana banjir bandang yang terjadi pada beberapa hari yang lalu adalah yang tersebesar selama setahun terkahir,” Kata Baihaki saat itu.

Dirinya menjelaskan, banjir terparah terjadi di daerah Moluo yang merupakan daerah bantaran sungai.

“Sebagian rumah warga di daerah itu berada tepat di pinggiran sungai,” Kata Baihaki.

Makanya wajar jika hanya terjadi hujan deras dalam beberapa jam saja, rumah milik warga yang berada di daerah itu dengan cepat langsung terendam dengan banjir.

Padahal pihaknya, kata Baihaki, telah menhimbau warga di daerah Moluo tersebut untuk bisa memindahkan rumah mereka ke tempat yang jauh dari areal sungai.

“Ya salah mereka sendiri jika rumah mereka sering terendam banjir,” Kata Baihaki.

Baihaki menambahkan, untuk seluruh warga Kabupaten Gorontalo Utara umumnya memang masih belum memiliki kesadaran yang tinggi terhadap kepedulian lingkungan sekitar.

Hal itu dapat dilihat dari kebiasaan mereka dalam menebang hutan secara tidak bertanggung jawab, membuang sampah hingga bertumpuk di selokan atau drainase yang dibuat pemerintah.

“Jangan heran jika banjir sering melanda daerah ini,” ujar Baihaki seperti dikutip kompas.com
(wa prasetya/ant)

 

Arsip Berita