Sabtu, 26 Mei 2012
Sumbar: Inflasi di perdesaan 0,71%
Jumat, 10 September 2010 13:39
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 10/9 (SIGAP) - Provinsi Sumatra Barat, secara regional mengalami inflasi di perdesaan yang tercatat sebesar 0,71 persen selama Agustus 2010.

"Inflasi di daerah perdesaan yang terjadi disumbangkan oleh seluruh kelompok bahan makanan yang tercatat sebesar 0,26%," kata Kepala Badan Pusat Statistik Sumatra Barat Muchsin Ayub di Padang, Jumat.

Muchsin Ayub merinci, penyumbang terjadinya inflasi di perdesaan berasal dari kelompok makanan jadi yang tercatat sebesar 1,92%, berikutnya kelompok perumahan tercatat sebesar 0,56%.

Sumbangan inflasi perdesaan yang cukup besar terjadi pada kelompok sandang yang tercatat sebesar 1,33%, relatif kecil untuk kelompok kesehatan atau tercatat sebesar 0,75%.

"Namun untuk kelompok, transportasi dan komunikasi menyumbangkan inflasi tercatat sebesar 0,35%," katanya.

Khusus untuk kelompok rekreasi dan olah raga justru tidak mengalami perubahan, katanya.

Dirinya mengatakan, perubahan indeks konsumsi rumah tangga (IKRT) mencerminkan angka inflasi/deflasi di wilayah perdesaan.

"Akan tetapi laju inflasi perdesaan tahun kalender sampai Agustus 2010 tercatat sebesar 5,40%, sedangkan inflasi perdesaan tahun ke tahun yaitu inflasi Agustus 2010 terhadap Agustus 2009 tercatat sebesar 7,54%," katanya.

Di Aceh

Provinsi Aceh mengalami inflasi pedesaan terbesar dari seluruh provinsi yang ada di Sumatera, yaitu sebesar 1,15%, sedangkan terendah dialami provinsi Jambi sebesar 0,47%.

Seperti dilansir portal.antero.tv, Kepala Badan Pusat Statistik Aceh, Syech Suhaimi, mengatakan inflasi pedesaan di Aceh disebabkan terjadinya kenaikan Indeks Harga Konsumsi (IHK) rumah tangga, perumahan, makanan, transportasi dan pendidikan.

“Pada bulan Agustus 2010 di Provinsi Aceh telah terjadi inflasi di pedesaan yaitu inflasi sebesar 1,15%  yang disebabkan terjadinya kenaikan indeks konsumsi rumah tangga dari 122,67 pada Juni menjadi 125,09 pada Agustus 2010, semua kelompok terjadi inflasi seperti kelompok sandang, kesehatan dan pendidikan.

Syech menambahkan pada bulan Agustus 2010 Nilai Tukar Petani (NTP) di Provinsi Aceh mengalami penurunan dibandingkan dengan NTP pada bulan Juli lalu, namun tiga subsektor NTP masih diatas 100 yaitu tanaman pangan, peternakan dan perikanan, sedangkan peningkatan tertinggi terjadi di bidang perikanan. (wa prasetya/ant)





 

Arsip Berita