Sabtu, 26 Mei 2012
Konferensi Internasional Perdamaian diselenggarakan di Indonesia
Jumat, 10 September 2010 08:19
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 10/9 (SIGAP) - Indonesia dinobatkan menjadi tuan rumah festival perdamaian global (Global Peace Festival-GPF) Asia Pacific 2010. Salah satu kegiatan yang akan diadakan adalah konferensi Internasional (Global Peace Conference) yang mengikutsertakan sekitar 400 tokoh agama dan kepercayaan dari dalam dan luar negeri.

Acara yang akan diselenggarakan pada 15-18 Oktober 2010 nanti itu, merupakan hasil kerja sama GPF Foundation International, GPF Indonesia, dan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

“Sebagai negara yang majemuk dalam suku, ras, agama, warna kulit dan lain sebagainya, tetapi dapat hidup damai, karena rakyat Indonesia hakikinya cinta damai, maka penunjukkan Indonesia sebagai tuan rumah, kami yakini adalah sangatlah tepat," ujar Ketua Pembina Global Peace Festival Indonesia Foundation (GPIF) Musdah Mulia, Kamis (08/09).

Dikatakan Musdah, salah satu kegiatan GPF nantinya adalah menyelenggarakan konferensi Internasional yang mengikutsertakan 400 tokoh agama dan kepercayaan dari dalam dan luar negeri pada 15-18 Oktober 2010.

“Kami mengharapkan konferensi nanti dapat ditindaklanjuti dengan kerja sama konkret di lapangan. Kerjasama itu penting sebagai salah satu pilar dari GPF yang diyakini akan meningkatkan kesadaran bahwa kita sesungguhnya adalah satu keluarga walaupun latar belakang suku, ras dan agama berbeda,” imbuhnya.

Acara lain yang telah dan akan dilakukan adalah Konferensi Tokoh Agama dan Masyarakat pada tanggal 9-10 April 2010 bertempat di Hotel Sahid, Jakarta yang rencananya akan dihadiri oleh sekitar 200 peserta dari Asia. Berikutnya, Young Leaders Assembly berlangsung tanggal 11 April 2010 di Perpusatakaan Nasional, Jakarta.

Tentang ini Musdah menjelaskan, “Dimaksudkan membangun budaya pelayanan yang melibatkan para mahasiswa dan pemuda untuk melakukan bakti sosial sebagai wujud kepedulian sosial dan kecintaan pada lingkungan.”

Puncak acara dijadwalkan berlangsung di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta 17 Oktober 2010. Acara tersebut akan disemarakkan dengan pentas budaya dan seni dari berbagai daerah di Indonesia dan juga dari beberapa negara ASEAN.

Acara tersebut juga akan diisi dengan penyampaian pesan-pesan perdamaian dari berbagai tokoh agama dan masyarakat yang sudah dikenal luas dan punya komitmen membangun perdamaian, baik dari dalam maupun luar negeri. Perlu dicatat, ujar Musdah, bahwa tujuan perayaan secara bersama ini bukan dimaksudkan sebagai sebuah pesta tanpa makna, melainkan sebuah ungkapan kepedulian akan pentingnya kebersamaan dan solidaritas kemanusiaan.

“Hal ini perlu dilakukan di tengah meredupnya upaya-upaya damai. Kita perlu menunjukkan dan membuktikan pada dunia, bahwa kita dapat hidup secara damai dan harmoni, serta memberi ruang kepada keberagaman dan pluralisme," tandasnya. (wa prasetya/ant)

 

Arsip Berita