Sabtu, 26 Mei 2012
Gubernur Sulteng: Jaga Keharmonisan Bangsa Dengan Toleransi
Jumat, 10 September 2010 07:54
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 10/9 (SIGAP) - Gubernur Sulawesi Tengah HB Paliudju mengatakan umat Islam harus bisa menjaga keharmonisan bangsa dengan menjaga toleransi antarumat beragama, seperti yang selama ini telah dilakukan.

"Umat Islam harus bisa menjaga keamanan dan ketertiban sehingga keutuhan bangsa tetap terjaga," kata Paliudju di sela-sela pawai takbir keliling di Palu, Kamis malam.

Menurutnya, penganut agama Islam yang merupakan mayoritas di Indonesia harus bisa memegang peranan dalam menjaga keutuhan bangsa. "Sudah terbukti umat Islam mampu hidup berdampingan dengan pemeluk agama yang lain," katanya.

Gubernur Paliudju juga berharap umat Islam bisa tertib sehingga bisa menjadi contoh bagi masyarakat yang lain. Ketertiban itu haruslah bisa ditunjukkan saat melaksanakan takbiran keliling menyambut Idul Fitri 1431 Hijriah. Gubernur Paliudju mengatakan menjaga ketertiban itu jangan hanya dilakukan saat pawai takbiran keliling.

"Dalam kehidupan sehari-hari pun kita harus tertib supaya segala sesuatunya berjalan lancar," ujarnya. Sebelumnya, Ketua Panitia Hari Besar Islam (PBHI) Sulawesi Tengah Rusdy Mastura mengatakan umat Islam harus menjadi manusia yang sempurna setelah melaksanakan ibadah puasa di Bulan Ramadhan.

"Semangat Ramadhan harus terus dibawa dalam kehidupan sehari-hari meski Ramadhan telah usai," katanya.

Seruan Presiden Sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan agar bangsa Indonesia tetap menjaga dan meningkatkan toleransi kehidupan umat beragama, menjauhi kekerasan dan mengayomi minoritas.

Demikian disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudho-yonodalam Peringatan Nuzulul Quran Nasional di Istana Negara, Jakarta Pusat, akhir Juni lalu.

"Saya ingin menegaskan kembali bahwa setiap individu di negeri ini memiliki kemerdekaan untuk menjalankan agama dan kepercayaannya. Karena itu tidak boleh ada satu pihak pun yang memaksakan kehendaknya kepada pihak lain, apalagi dengan cara kekerasan," tutur SBY.

SBY juga berpesan pada masyarakat Indonesia untuk menciptakan kehidupan keagamaan yang teduh dan damai, meminimalkan penyakit moral dan sosial yang merusak keselamatan bersama. "Mari kita tingkatkan kerukunan dan toleransi, serta mart kita jauhi kekerasan. Mari kita lindungi dan ayomi kelompok-kelompok minoritas, baik dari segi keagamaan maupun Identitas sosial lainnya," ajak presiden seperti dilansir Pelita. (wa prasetya/ant)

 

Arsip Berita