Sabtu, 26 Mei 2012
Tangsel Bangun Tiga Waduk Resapan Tanggulangi Banjir
Kamis, 09 September 2010 05:12
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 9/9 (SIGAP) -  Dinas Bina Marga dan Pengairan Tangerang Selatan, Banten, akan membangun tiga waduk resapan untuk menanggulangi banjir di sejumlah pemukiman warga.

Kepala Bidang Pengairan Tangerang Selatan, Djudianto, di Tangerang, mengatakan, ketiga waduk resapan tersebut rencananya akan dibangun di Pondok Kacang Timur, Kampung Sawah dan Bukit Pamulang Indah. "Kita sudah rencanakan untuk membangun tiga waduk resapan di tiga wilayah," kata Djudianto.

Djudianto mengungkapkan, waduk resapan tersebut memiliki kedalaman 30 meter dengan luas waduk sebesar 5 ribu meter persegi dan luas waduk inti 2500 meter persegi. Sehingga, nantinya air yang berasal pemukiman warga serta aliran kali yang meluap, dapat tertampung di waduk resapan tersebut.
Pasalnya, saat ini keadaan hilir kali dan sungai di Tangerang Selatan sudah sangat kecil. Sehingga, bila terjadi hujan dengan intensitas tinggi, sering kali menyebabkan luapan air dan menyebabkan banjir.

Namun, dengan adanya waduk resapan, maka volume air akan dapat tertanggulangi. Selain itu, program yang disebut dengan Ground Water Recharge tersebut, dapat membantu penyedotan air saat musim kemarau.

"Waduk resapan akan menyimpan air yang cukup banyak. Sehingga, saat kemarau, tidak terjadi kekeringan yang begitu siginifikan karena adanya cadangan air yang berasal dari waduk resapan," katanya menambahkan.

Saat ini, lanjut Djudianto, program pembuatan waduk resapan sedang menunggu pembebasan lahan yang sedang dilakukan oleh bagian pertanahan. Sebab, lokasi yang akan dibangun waduk resapan menggunakan lahan yang sebagian milik warga dan pengembang perumahan.

"Kita sudah berkoordinasi dan melaporkan tentang program penanganan banjir ini kepada bidang pertanahan untuk dibantu membebaskan lahan yang akan dibangun waduk resapan," katanya menjelaskan.

Rencana pembangunan tiga waduk tersebut disambut baik oleh warga Tangsel. Anang Ainal Yakin, warga Ciputat, berharap pembangunan tersebut bisa mengatasi masalah banjir. “Banjir di sini kerap terjadi. Karena itu, sudah semestinya pemerintah setempat membuat program yang dapat mengantisipasi datangnya banjir,” katanya kepada SIGAP, Rabu (8/9).

Kendati demikian, Anang meminta agar proses pembebasan lahan milik warga jangan sampai menimbulkan gejolak sosial. “Gunakan pendekatan yang persuasif dan manusiawi kepada warga. Berikan harga yang pantas kepada mereka sebagai ganti ruginya,”kata mantan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Ciputat ini.

Anang, sapaan akrab Anang Ainal Yakin, juga meminta masyarakat agar peduli dan memelihara lingkungan hidup. Kesadaran ini harus ditumbuhkan. “Sumbangsih inilah yang patut diberikan masyarakat untuk lingkungannya,” kata mantan wartawan sebuah majalah di Jakarta ini. (laporan sofyan badrie/ant)

 

Arsip Berita