Sabtu, 26 Mei 2012
Bangka: Pemkab Bentuk TIM Pengawas Daging Glonggogan
Kamis, 09 September 2010 04:07
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 9/9 (SIGAP) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka, Provinsi Bangka Belitung (Babel) membentuk tim pengawas daging glonggongan.

"Tim pengawas terdiri dari Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka dan Dinas Perindustriaan Perdagangan Koperasi dan UMKM," kata Ketua Tim pengawas Kabupaten Bangka, Mulyadi di Sungailiat, Rabu (8/9).

Mulyadi mengatakan, pengawasan dilakukan secara terpadu di sejumlah pedagang daging di pasar tradisional Kota Sungailiat termasuk di tempat pemotongan hewan.

"Seperti pada tahun sebelumnya, penjualan daging menjelang Lebaran di pasar Kota Sungailiat cukup meningkat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat," katanya.

Dirinya mengatakan, untuk memenuhi kebutuhan daging sapi menjelang Lebaran, berdasarkan informasi dari Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispernak) Kabupaten Bangka, akan mendatangkan 300 ekor sapi dari pulau Madura (Jawa Timur).

"Teknis di lapangan yang bisa menentukan apakah daging tersebut glonggongan atau tidak adalah tugas BPOM dan dinas Kesehatan," katanya.

Mulyadi menjelaskan, daging glonggongan adalah daging (biasanya sapi) hewan yang sebelum disembelih diberi minum sebanyak-banyaknya sampai lemas. Penyiksaan hewan seperti itu bertujuan untuk menggenjot berat daging dengan air yang diglonggongkan ke hewan.

"Ciri-ciri daging glonggongan adalah berwarna pucat dan biasanya akan berair sampai menetes, dan kita bersyukur di pasar Sungailiat belum pernah ada daging glonggongan," katanya.

Mulyadi mengatakan, timnya akan menindak tegas jika ada pedagang yang sengaja menjual daging glonggongan dengan menarik dagingnya dari peredaraan serta pedagangnya sendiri akan dilakukan pembinaan.

"Masyarakat atau konsumen sebelum membeli daging sapi khususnya, saya sarankan terlebih dahulu memilih daging dalam kondisi segar dan masih berwarna merah, jangan membeli daging yang berwarna pucat," katanya.

Menurut Kirun pedagang makanan, fenomena daging sapi glonggongan telah menjadi tradisi buruk yang setiap tahun menjelang hari-hari besar keagamaan, khususnya pada bulan puasa (Ramadhan) dan Idul Fitri, marak ditemukan di berbagai tempat.

"Sungguh merugikan konsumen kami, jika terus terjadi," ujar pedagang yang berdagang di kawasan kuiningan Jaksel ini. (wa prasetya/ant)

 

Arsip Berita