Sabtu, 26 Mei 2012
Nyatakan Tidak Ada yang Penting Dalam Pidato SBY, Effendi Ghazali Dikecam Warga Karo
Kamis, 09 September 2010 01:04
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 9/9, (SIGAP). Pernyataan aktifis dan pengamat komunikasi politik Effendi Ghazali bahwa tidak ada yang penting dalam pidato Presiden SBY di Istana Negara, Rabu malam (8/9), dikecam warga Tanah Karo.

Pidato di depan pemimpin media massa yang disiarkan secara langsung oleh beberapa stasiun televisi itu ditanggapi secara frontal oleh Effendi Ghazali dalam acara perbincangan di Tivi One, beberapa saat setelah pidato Presiden.

"Setiap aktifis harus kritis, tapi juga obyektif. Ketika Effendi menyatakan bahwa pidato Presiden soal bencana letusan Gunung Sinabung itu tidak penting, sungguh melukai hati warga kami. Itu sama saja dengan mengatakan bahwa bencana yang sedang kami hadapi merupakan hal yang sepele," kata Aries Eklesia Sebayang, tokoh masyarakat Tanah Karo.

Menurut Aries, perhatian Presiden kepada bencana letusan Sinabung harus dihargai karena dapat membesarkan hati warga yang masih tinggal di pengungsian dan menderita trauma letusan susulan.

"Effendi harus berlatih merasakan penderitaan orang lain. Ia harus bisa membayangkan bagaimana rasanya jika mamak atau bapaknya terkena debu letusan gunung, atau jika keluarganya tak bisa memanen hasil kebun. Ia pasti akan berpikir lain jika adik atau kakaknya menjadi pengungsi yang tidur di udara terbuka dan sering menghirup bau kotoran manusia," lanjut Aries yang juga mantan aktifis mahasiswa ITB tahun 80-an.

Aries menyesalkan Effendi yang kerap mengatasnamakan rakyat dalam kritiknya, namun tidak peka terhadap korban bencana Gunung Sinabung. Akibatnya, kritik itu kini justru menyulut kemarahan warga Tanah Karo.

"Pandangan Effendi soal sepele  menunjukkan bahwa dia aktifis kesiangan. Ia mengesankan diri sebagai pejuang rakyat, tapi kelihatan terlalu asyik bermain politik melalui perannya sebagai pengamat," lanjut Aries. (Wa prasetya/ant)

 

Arsip Berita