Sabtu, 26 Mei 2012
Pemudik Bersepeda Motor Membahayakan Anak
Kamis, 09 September 2010 00:52
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 9/9 (SIGAP) - Perilaku pemudik yang menggunakan sepeda motor menjelang Lebaran 2010 relatif membahayakan keselamatan anak, demikian menurut Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Hadi Supeno.

"Kami prihatin dan kecewa karena perilaku pemudik tahun ini belum menghargai hak-hak anak bahkan cenderung membahayakan keselamatan anak-anak," katanya di Magelang, Kamis (9/9).

Dirinya memantau secara langsung di sepanjang jalur pantai utara dan tengah sejauh sekitar 600 kilometer atas arus mudik Lebaran 2010 belum lama ini.

Hadi Supeno menyatakan masih relatif banyak ditemukan para orang tua memboncengkan dengan sepeda motornya anak-anak bahkan bayi saat mudik Lebaran.

Bahkan, katanya, satu sepeda motor dinaiki ayah, ibu, dan dua anak, dengan kecepatan relatif tinggi.

"Yang lebih membuat miris, mereka mengendarai kendaraan dalam kecepatan tinggi pada malam hari. Memang anak didekap ibu dalam balutan pakaian tebal, namun dengan jarak yang sangat jauh, itu membahayakan," katanya.

Dirinya menyatakan meminta pemerintah pada masa mendatang mengeluarkan larangan tentang mudik bersepeda motor dengan memboncengkan anak.

"Kami minta agar pemerintah secara ketat melarang pemudik memboncengkan anak, khususnya bayi dan balita," katanya.

Menurut Hadi pentingnya kompensasi atas larangan itu antara lain berupa penyediaan kereta api khusus untuk mengangkut sepeda motor.

"Itu harus disosialisasikan sejak awal," katanya.

Hadi Supeno mengemukakan pentingnya kesadaran masyarakat bahwa mudik bersepeda motor dengan menempuh jarak relatif jauh dan memboncengkan anak-anak sebagai perilaku tidak manusiawi.

"Masyarakat harus disadarkan bahwa mudik jarak jauh dengan menggunakan sepeda motor adalah tidak manusiawi, berpotensi kekerasan terhadap anak, dan membahayakan jiwa anak," kata Hadi Supeno.

Pemudik Motor Turun

Jumlah pemudik yang menggunakan sepeda motor pada tahun ini diperkirakan mengalami penurunan. Penurunan ini juga diikuti dengan turunnya jumlah pelanggaran pengendara motor.

"Saat ini kita masih melakukan pendataan terkait berapa jumlah sepeda motor yang digunakan untuk memudik ke Jawa dan Sumatera," kata Koordinator Traffic Management Centre (TMC) Polda Metro Jaya Kompol, Indra Jafar, di Polda Metro Jaya, Rabu 8 September 2010 kepada vivanews.

Menurut Indra, diperkirakan penurunan jumlah pemudik yang menggunakan sepeda motor tahun ini mencapai 10%. "Memang secara datanya belum kami dapatkan, tapi kami perkirakan memang mengalami penurunan," katanya.

Menurutnya penurunan tersebut juga bisa dilihat dari jumlah kecelakaan di wilayah hukum Polda Metro Jaya. Mulai H-7 hingga H-3 tidak ditemukan adanya kecelakaan yang melibatkan kendaraan roda dua maupun empat. (wa prasetya/ant)

 

Arsip Berita