Sabtu, 26 Mei 2012
Pemkot Padang: Imbau Nelayan Waspadai Gelombang Tinggi
Selasa, 07 September 2010 06:42
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 7/9 (SIGAP) - Wali Kota Padang Fauzi Bahar, Selasa (7/9) untuk kesekian kalinya mengimbau nelayan agar lebih mewaspadai gelombang tinggi yang terjadi antara 2 sampai 3 meter sepanjang Selasa, mulai pukul 07.00 WIB. 

"Kewaspadaan perlu ditingkatkan, karena selain mengancam keselamatan nelayan melaut juga masyarakat yang berada di tepi pantai. Gelombang tinggi tersebut sesuai prakiraan cuaca yang disampaikan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Padang  (BMKG) bisa terjadi hingga 8 September 2010," kata Fauzi Bahar di Padang.

Fauzi Bahar mengatakan, seluruh nelayan yang ada di Padang, sebelum melaut agar lebih memperhatikan perubahan cuaca.

Bila tidak memungkinkan, katanya berharap, jangan memaksakan diri melaut. Hal ini dilakukan guna menekan korban jiwa.

Mengutip BMKG, Fauzi menyebutkan, gelombang bisa terjadi 2 sampai 3 meter di Laut Cina Selatan bagian utara, Selat Malaka bagian utara, perairan bagian utara Banda Aceh, Samudera Hindia Barat daya Bengkulu hingga Barat Lampung.

Selain itu, di Perairan Enggano, Samudera Hindia Barat Daya Banten hingga selatan Jawa Timur, Laut Jawa bagian timur, perairan utara Pulau Bawean, perairan Selatan Banjar Masin, perairan Masalembu, dan perairan barat daya Majene.

Berikutnya Perairan Kepulauan Tannimbar, Perairan Sulawesi Tenggara, Laut Banda, Perairan Selatan Pulau Buru, Perairan Selatan Kepulauan Kai dan Aru, serta Laut Arafura bagian barat.

"Peringatan dini gelombang dapat terjadi tiga sampai empat meter di laut Andaman, perairan selatan Pulau Yos Sudarso, Laut Arafura bagian timur dan Teluk Carfentaria," katanya.

Sementara itu, katanya lagi, yang masih mengutip BMKG, potensi hujan lebat disertai petir berpeluang terjadi di kawasan Samudera Hindia Barat Sumatera, Laut Cina Selatan, Laut Aru, perairan Kepulauan Mentawai dan Bengkulu, serta Perairan Kalimantan Utara, Maluku Tengah.

Potensi hujan juga terjadi di Samudra Hindia Barat Daya Jawa, perairan Masalembu dan Teluk Cendrawasih.

"Di kawasan tersebut berpeluang terbentuknya awan gelap yang dapat menimbulkan angin kencang dan menambah tinggi gelombang," katanya.

Sementara itu, Analis BMKG, Erian Tasa di Padang, Senin (6/9) mengatakan potensi gelombang 2,5 meter perlu diwaspadai oleh pelaku pelayaran dan nelayan saat beraktivitas.

BMKG juga menginformasikan potensi ketinggian gelombang untuk perairan barat Kepulauan Mentawai mencapai 3 meter sudah berlangsung sejak awal pekan ini.

Cuaca Sumbar umumnya berawan dan berpotensi hujan ringan pada pagi sampai dengan sore hari, serta berpotensi hujan dengan intensitas ringan sampai sedang.

Peluang curah hujan turun di daratan Sumbar sore hingga malam hari dan dinihari. Angin bertiup dari Tenggara hingga Barat Daya kecepatan 05-25 kilometer per jam. Temperatur udara berkisar 23-30 derjad celicus dan kelembaban udara antara 64-98%.

Sedangkan cuaca untuk cuaca untuk wilayah pesisir pantai barat Sumatera Barat umumnya Berawan dan berpotensi hujan ringan pada pagi sampai siang hari, serta berpotensi Hujan ringan hingga sedang pada malam hari.

Angin bertiup dari Tenggara hingga Barat dengan kecepatan 05-28 Kilomter per jam.

Wilayah Sumbar berpeluang diguyur hujan, mepuliputi Kabupaten Padangpariaman, Pesisir Selatan, Tanahdatar, Kota Padang, Padangpanjang, Kota Bukittinggi, Agam, Limapuluh Kota, Solok, Solok Selatan, Sijunjung, Dharmasraya dan Pasaman serta Pasaman Barat.

Data Disparjal dan Tarkim Sumbar, selama arus mudik dan balik melakukan pemetaan rawan bencana banjir dan tanah longsor pada sejumlah titik ruas jalan nasional dan provinsi.

Jalan yang berpotensi banjir, meliputi Lubuk Begalung-Bukit Putus sekitar 16 km dari Padang, dan di Lubuk Alung-Sicincin, Lubuk Alung-Kuraitaji serta Pariaman - batas Agam.

Selanjutnya, batas Pariaman-Manggopoh dan batas Kota Padang-Painan, Payakumbuh-Pangkalan. Kemudian kawasan Pasar Baru-Alahan Panjang, Payakumbuh-Sitangkai serta Payakumbuh-Suliki-Koto Tinggi, serta jalur Pangkalan-Sialang. Berikutnya, jalur Simpang Duku-Kataping-Batas Pariaman. (laporan ari prahasta/ant)










 

Arsip Berita