Sabtu, 26 Mei 2012
Lampung: Ekspor Nonmigas Tembus 65 Negara
Selasa, 07 September 2010 05:35
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 7/9 (SIGAP) - Kepala Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Lampung, Achmad Adji Purwanto, Selasa (7/9) mengatakan, realisasi ekspor komoditas nonmigas Provinsi Lampung pada Juli 2010 menembus 65 negara di kawasan Asia, Eropa dan Amerika.

Negara terbesar tujuan ekspor pada Juli yakni China senilai 238,092 juta dolar AS atau 31,57%, Amerika Serikat senilai 115,693 juta dolar (15,34%), Malaysia 100,240 juta dolar (13,29%), Jepang 42,817 juta dolar (5,68%) dan Jerman 33,263 juta dolar.

Dikatakan Achmad, dari 65 negara tujuan ekspor, kawasan Asia merupakan pangsa pasar terbesar dengan 66,20%, disusul Amerika Serikat 18,77% dan Eropa 13,68%.

Nilai ekspor sejumlah komoditas nonmigas Provinsi Lampung pada Juli 2010 sebesar 754,06 juta dolar AS atau naik 177,08% bila dibanding Juni. Untuk volume ekspor sebesar 904.133 ton atau mengalami kenaikan 53,85% dibanding Juni, kata Achmad.

Khusus untuk impor nonmigas pada Juli senilai 52,46 juta dolar AS dengan berat 81.942 ton, dengan demikian neraca perdagangan nonmigas Lampung menunjukkan surplus 701,60 juta dolar AS.

Dirinya menyebutkan, komoditas utama ekspor Lampung masih didominasi kakao, kopi robusta, pulp , lada hitam dan nenas kaleng.

Ekspor pulp pada Juli senilai 199,393 juta dolar, kakao 172,966 juta dolar AS, lada hitam 69,582 juta dolar AS, kopi robusta 50,791 juta dolar AS dan nenas kaleng 47,598 juta dolar AS.

Dilihat dari komposisinya, ekspor Lampung pada Juli sebagian besar berupa produk hasil industri (50,59%), pertanian (46,25%). Selanjutnya, produk hasil tambang (3,16%) dan hasil kerajinan.

Berdasarkan catatan SIGAP, Provinsi Lampung berdiri sejak tanggal 13 Februari 1964 berdasarkan UU no 14 Tahun 1954 dengan ibukota Bandar Lampung.

Berdasarkan letak Geografis, Provinsi Lampung berada antara 3º45’ dan 6º Lintang Selatan serta 105º45’ dan 103º48’ Bujur Timur; di sebelah utara berbatasan dengan Provinsi Bengkulu dan Provinsi Sumatera Selatan, di sebelah timur berbatasan dengan Laut Jawa, di sebelah selatan dengan Selat Sunda Sunda dan di sebelah barat dengan Samudera Indonesia. 

Provinsi Lampung menjadi penghubung utama lalu lintas Pulau Sumatera dan Pulau Jawa maupun sebaliknya. Luas wilayah provinsi Lampung mencapai 35.376,50 km, sedikit lebih besar dari pada luas Provinsi Jawa Tengah atau 1,75% seluruh wilayah Indonesia.

Provinsi Lampung memiliki potensi sumber daya alam yang sangat beraneka ragam, prospektif, dan dapat diandalkan, mulai dari pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan, pertambangan, pariwisata, sampai kehutanan.

Perekonomian di Provinsi Lampung juga sangat didukung oleh produksi perkebunan seperti kopi, lada, karet, kelapa, dan tebu. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita