Sabtu, 26 Mei 2012
Unversitas Gagas Model Inkubator Bisnis
Selasa, 07 September 2010 03:00
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 7/9 (SIGAP) - Kesungguhan Universitas Negeri Makassar (UNM) mengembangkan kewirausahaan di kampus yang mengelola 9 fakultas dan program pasca sarjana itu, diperkuat dengan menggagas Model Inkubator Bisnis Perguruan Tinggi.

Gagasan membentuk Model Inkubator Bisnis Perguruan Tinggi mencuat dalam Sosialisasi Pengembangan Model Inkubator Bisnis Perguruan Tinggi (PMIBPT) Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Nasional antara Pembantu Rektor IV UNM Bidang Kerjasama, Nurdin Noni, beserta Dekan dan Pembantu Dekan, Kepala Unit Pelaksana Teknis, dosen dan pengelola Hotel La Macca UNM dengan Tim PMIBPT Balitbang Kemdiknas, di Makassar, Senin (6/9).

Sosialisasi itu membicarakan peluang perguruan tinggi untuk mengembangkan Model Inkubator Bisnis yang dapat mengantarkan perguruan tinggi menuju "Entrepreneurial University" tanpa melupakan kodrat sebagai perguruan tinggi yang mengembangkan pendidikan, penelitian dan pengabdian pada masyarakat.

Inkubator Bisnis (Inbis) adalah suatu lembaga fungsional di perguruan tinggi yang berfungsi menginkubasi potensi bisnis perguruan tinggi dan dunia usaha menuju perguruan tinggi berbasis "Entrepreneurial University".

Salah satu potensi bisnis yang dimiliki perguruan tinggi yang dapat disinergikan dengan dunia usaha adalah mengembangkan penelitian yang hasilnya dapat dimanfaatkan oleh dunia industri.

Inbis tidak berarti mengomersialkan luaran dari suatu perguruan tinggi, tetapi mengupayakan bagaimana luaran dari institusi pendidikan dapat bermanfaat bagi masyarakat luas sehingga stigma menara gading yang melekat pada perguruan tinggi dapat terkikis dengan banyaknya manfaat yang diperoleh masyarakat dari luaran suatu lembaga pendidikan.

Menurut Ketua PMIBPT Balitbang Kemdiknas, Agus Tjahjono ada 5 tahapan yang dilalui dalam proses pengembangan Inbis Perguruan Tinggi, yaitu tahap persiapan, pembentukan, sosialisasi, implementasi dan tahap evaluasi.

Kelima tahapan itu perlu dilakukan secara bertahap sesuai dengan kondisi, kesiapan, dan kemampuan perguruan tinggi, papar Agus Tjahjono.

UNM telah menuliskan kewirausahaan dalam visi umum, dan implementasi dari visi tersebut adalah pembangunan Hotel La Macca sebagai laboratorium wirausaha bagi civitas akademika UNM, pembinaan Kopma Almamater UNM secara intensif dan berkala, serta mengikutsertakan mahasiswa UNM dalam Program Wirausaha Mahasiswa.

Inbis Perguruan Tinggi tidak ditujukan sebagai upaya komersialisasi, namun untuk mengembangkan jiwa kewirausahaan mahasiswa dan tidak mutlak semua mahasiswa harus berwirausaha, hal ini tetap sejalan dengan visi umum UNM sebagai pusat pendidikan, pengkajian, dan pengembangan pendidikan, sains, teknologi, dan seni berwawasan kependidikan dan kewirausahaan, ujar Pembantu Rektor IV UNM, Nurdin Noni.

Sosialisasi PMIBPT Balitbang Kemdiknas dengan UNM dapat menjadi langkah awal bagi pengembangan kewirausahaan di UNM melalui pendampingan ataupun pembentukan Model Inbis Perguruan Tinggi di UNM, sehingga pengembangan kewirausahaan dapat berjalan optimal.

Secara historis, SIGAP mencatat iInkubator telah lama dikembangkan di beberapa negara maju. Di Amerika Serikat, misalnya, inkubator telah berkembang sejak awal tahun 1980-an.

Di Indonesia sendiri, inkubator mulai dikembangkan sejak Departemen Koperasi dan  ditingkatkan perannya yaitu membina pengusaha kecil pada tahun 1992. Ketika itu, pemerintah mengambil inisiatif untuk mengembangkan inkubator bekerjasama dengan perguruan tinggi.

Dengan dana yang terbatas, pada saat itu, inkubator telah mendapat sambutan yang sangat baik untuk terus dikembangkan. (laporan wa prasetya/ant)

 

Arsip Berita