Sabtu, 26 Mei 2012
Konferensi Asia-Pasifik Penanggulangan Bencana Akan Berlangsung di Bali
Senin, 06 September 2010 06:26
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 6/9 (SIGAP) – Bali terpilih menjadi tuan rumah Konferensi Asia-Pasifik Penanggulangan Bencana Aspek Kesehatan (Asia-Pasifik Assosiation on Emergency and Disaster Medicine/APCEDM).

Presiden APCEDM Dr Abdul Radjak dalam siaran persnya, Senin (6/9) mengatakan, setelah diajukan tiga calon tempat konferensi yaitu Banda Aceh, Jakarta dan Bali, maka `Board of Directors` memilih Bali sebagai tempat berlangsungnya konferensi.

Namun Abdul Radjak belum menyebut waktu pelaksanaan konferensi akan berlangsung selama empat hari tersebut.

Dijelaskan Abdul Radjak, konferensi ini terdiri atas tiga hari untuk penyelenggaraan dan satu hari simulasi (Pusat Kendali dan Lapangan) untuk menguji coba sistem penanggulangan bencana baik di tingkat lokal, kabupaten, provinsi, nasional dan internasional.

Walaupun simulasi ini akan focus pada aspek medik dan kesehatan, katanya, akan tetapi keterpaduan dan dukungan dari sektor lain yang tergabung dalam Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Republik Indonesia merupakan hal yang mutlak.

Oleh sebab itu, lanjutnya, panitia konferensi akan melakukan audiensi kepada Ketua BNPB Mayor Jenderal (Purn) Samsu Ma`arif guna memohon petunjuk dukungan dan partisipasi BNPB serta membicarakan persiapan konferensi.

Diungkapkan Abdul Radjak, bahwa daerah Asia-Pacifik merupakan wilayah yang paling banyak mengalami bencana alam mengingat daerah ini merupakan pertemuan beberapa lempeng bumi.

Dirinya mencontohkan meletusnya Gunung Sinabung di Sumatera Utara yang telah tenang lebih dari 400 tahun diperkirakan terjadi akibat pergeseran lempeng bumi yang di antaranya menyebabkan gempa kuat disusul oleh tsunami di Aceh yang telah menimbulkan korban harta dan jiwa yang besar.

Kemampuan penanggulangan bencana bidang kesehatan erat hubungannya dengan baiknya penanggulangan rutin kedaruratan medik sehari-hari (the daily routine medical emergency service).

Abdul Radjak terpilih menjadi presiden APCEDM kesebelas pada sidang Board of Director Asia Pacific Association on Emergency and Disaster Medicine dalam sidang APCEDM ke-10 di Sapporo Jepang pada 26-29 Agustus 2010.

Dr. Abdul Radjak adalah putra Betawi asli ini merupakan pendiri Rumah Sakit MH Thamrin Internasional di Jl Salemba Tengah dan beberapa RS lainnya serta sejumlah lembaga pendidikan tinggi.

Berdasarkan catatan SIGAP, setiap tahunnya Bali selalu menjadi tuan rumah pertemuan atau konferensi baik yang berskala nasional maupun internasional.

Saat ini Bali memang tengah menggalakkan program Bali Clean and Green yang ambisinya ke depan akan menjadi Bali sebagai pulau bersih dan hijau dan Bali Organik. Dukungan juga diberikan bagi program Sistem Pertanian Terintegrasi (Simantri).

Program Bali Clean and Green ini mendapat dukungan dari berbagai elemen di Bali, baik pegawai negeri sipil, TNI serta masyarakat umum. Gubernur Bali Made Mangku Pastika berharap kegiatan yang mendukung green province dapat dilaksanakan secara terpadu.

Ke depan diharapakan semua komponen masyarakat punya komitmen serta harus peduli dan punya rasa kesadaran dan tanggung Jawab terhadap kebersihan lingkungan dan mewujudkan Bali bebas bebas plastik 2010. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita