Sabtu, 26 Mei 2012
Tambahan Rp 3 Miliar Untuk Sinabung
Senin, 06 September 2010 04:27
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 6/9 (SIGAP) – Dalam kunjungan kerja ke Sumatera Utara, Senin (6/9), Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memberikan bantuan tambahan sebesar Rp3 miliar untuk menangani bencana alam letusan Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara.

Hal itu disampaikan Presiden usai mendengarkan paparan Gubernur Sumatera Utara Syamsul Arifin dan Bupati Karo Daulta Daniel Dede Sinulingga di Pangkalan TNI AU Medan. Presiden mengatakan, tambahan bantuan tersebut untuk mengelola tahap tanggap darurat bencana.

"Ke depan pemerintah akan menambah bantuan dana tunai untuk digunakan benar-benar nanti. Akan saya serahkan Rp3 miliar nanti," ujarnya.

Dijelaskan Presiden, dana sebesar itu terdiri dari Rp2 miliar berasal dari Kementerian Sosial dan Rp1 miliar dari dana yang dikelola oleh Kantor Kepresidenan.

Presiden juga menjelaskan tujuan kunjungannya ke lokasi letusan Gunung Sinabung adalah untuk melihat langsung penanganan pengungsi yang hingga Minggu 5 September 2010 berjumlah 23.510 orang.

Selain itu, Kepala Negara juga berkeinginan mendengarkan penjelasan langsung dari para ahli vulkanologi tentang aktivitas Gunung Sinabung yang dapat terjadi pada masa depan.

Penjelasan itu, menurut Presiden, penting untuk mengetahui sampai kapan warga harus bertahan di pengungsian serta antisipasi yang dapat dilakukan menghadapi gunung yang baru meletus lagi sejak 400 tahun lalu itu.

Dalam kesempatan itu, Presiden berulangkali meminta kepada Gubernur Sumatera Utara dan Bupati Karo agar sebaik-baiknya menangani pengungsi.

"Berkumpulnya belasan ribu saudara-saudara kita dengan keluarganya di tempat itu pasti membawa persoalan tersendiri. Oleh karena itu saya berharap tidak ada masalah apa pun ketika mereka berada di pengungsian sampai pada saatnya nanti kembali ke tempat masing-masing," ujarnya.

Presiden meminta agar para pengungsi mendapatkan perawatan dan pelayanan logistik sehingga tidak menimbulkan masalah sosial maupun psikologi.

Sementara itu Bupati Karo Daulat Daniel menyatakan permasalahan utama penanganan bencana sebenarnya terletak pada kepanikan warga yang belum punya pengalaman menghadapi letusan gunung berapi.

Namun karena bisa terkelola dengan baik, tidak ada satu pun korban jiwa maupun rusak rumah dalam bencana Gunung Sinabung yang tercatat telah meletus lima kali sejak 27 September 2010 itu.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Karo telah menerima bantuan senilai Rp1,96 miliar untuk menangani tahap tanggap darurat bencana. Diinformasika status tanggap darurat akan berakhir pada 9 September 2010 namun dapat diperpanjang lagi bergantung pada aktivitas Gunung Sinabung.

Berdasarkan catatan SIGAP, Gunung Sinabung adalah sebuah gunung di dataran tinggi Karo, Kabupaten Karo, Sumatera Utara yang memiliki ketinggian 2.460 meter. Gunung Sinabung bersama Gunung Sibayak di dekatnya adalah dua gunung berapi aktif di Sumatera Utara.

Gunung ini menjadi puncak tertinggi di Sumatera Utara. Posisi koordinat puncak gunung Sinabung adalah 3 derajat 10 menit LU, 98 derajat 23 menit BT.

Sejak 27 Agustus 2010 lalu, gunung ini mengeluarkan asap dan abu vulkanis. Pada tanggal 29 Agustus 2010 dini hari sekitar pukul 00.15 WIB (28 Agustus 2010, 17.15 UTC), gunung Sinabung mengeluarkan lava.

Pasca itu, status gunung ini dinaikkan menjadi "Awas". Dua belas ribu warga disekitarnya dievakuasi dan ditampung di 8 lokasi. Abu Gunung Sinabung cenderung meluncur dari arah barat daya menuju timur laut.

Sebagian Kota Medan juga terselimuti abu dari Gunung Sinabung. (laporan ari prahasta/ant)

 

Arsip Berita