Sabtu, 26 Mei 2012
Analisis BMKG: Waspadai Gelombang 4 Meter di Bengkulu
Senin, 06 September 2010 03:11
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 6/9 (SIGAP) - Analis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bengkulu Rosyida, Senin (6/9) mengimbau agar para nelayan mewaspadai gelombang tinggi antara 2,5 meter hingga 4 meter di Perairan Samudera Barat Daya Bengkulu.

Menurut Analisis BMKG Stasiun Klimatologi Kl II Pulau Baai Bengkulu itu, gelombang 4 meter itu diperkirakan terjadi dalam 12 jam ke depan. Sedangkan hembusan angin di Samudera Barat Daya Bengkulu dari arah Timur sampai Selatan dengan kecepatan antara 10-25 knot.

Sementara gelombang laut di Perairan Enggano dan Bengkulu tingginya berkisar antara 1 hingga 3 meter, angin diwilayah itu akan berhembus dari arah Timur Laut sampai Barat daya dengan kecepatan antara 03-18 knot.

Diinformasikan, cuaca di wilayah Bengkulu berpeluang berawan hingga hujan ringan pada sore atau malam hari dengan suhu udara antara 24-31 derajat celcius dan kelembabannya antara 64-97%.

Bila dilihat pada citra satelit, katanya, ada badai tropis Maloy di samudera Pasifik Barat Daya Jepang dan daerah tekanan rendah di samudera Hindia Barat Sumatera.

Angin di atas perairan Indonesia umumnya bertiup dari arah Timur sampai Barat dengan kecepatan antara 03-23 knot.

Kondisi tersebut kata Rosyida, memberi peluang pertumbuhan awan dan hujan di laut Natuna, perairan Riau, Selat Karimata, laut Andaman, perairan Aceh bagian Barat, perairan Simatera Barat, Mentawai, perairan Bengkulu dan Samudera Hindia Barat Daya Enggano hingga Laut Jawa.

Menurutnya, ancaman gelombang besar tersebut akan menghambat kelancaran transportasi Bengkulu-Enggano, karena melintasi perairan Bengkulu.

Ketua Koperasi Serba usaha Sejahtera Bengkulu H tabrani Undu mengatakan akibat gangguan gelombang tinggi diperairan Bengkulu akhir-akhir ini mengganggu kelancaran pengakutan BBM ke pulau terpencil tersebut.

Dampak lainnya berpengaruh pada hasil tangkapan nelayan tradisonal dan nelayan moderen, karena apabila gelombang tinggi potensi ikan akan buyar dan cenderung memasuki laut dalam, kata seorang pengusaha ikan di kawasan pulau Baai Bengkulu Asyrul. (laporan ari prahasta/bmkg)

 

Arsip Berita