Sabtu, 26 Mei 2012
Jumlah Pemudik Dari Jawa Ke Pulau Bali Naik
Minggu, 05 September 2010 14:55
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 5/9 (SIGAP) - Jumlah pemudik dari Jawa ke beberapa kota di Bali dan Nusa Tenggara Barat (NTB), Minggu (5/9) mulai menunjukkan adanya peningkatan bila dibanding sehari sebelumnya.

Berdasarkan hasil rekapitulasi Posko Data PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, Minggu dari pukul 00.00 WIB hingga 04.00 WIB, jumlah penumpang yang menyeberang dari Pelabuhan Ketapang ke Pelabuhan Gilimanuk, Bali naik dari 3.548 orang pada periode sama sehari sebelumnya menjadi 3.781 orang penumpang.

Namun, jumlah kendaraan roda dua yang menyeberang justru mengalami penurunan dari 35 unit menjadi 28 unit dan kendaraan roda empat campuran turun dari 575 unit menjadi 511 unit pada periode yang sama.

Peningkatan arus pemudik dari Pulau Jawa ke Pulau Bali lebih didominasi kalangan wisatawan dari berbagai kota di Jawa yang ingin menghabiskan waktu libur Hari Raya Idul Fitri 1431 Hijriah ke Pulau Dewata.

Salah seorang wisatawan asal Surabaya, Widyanto, mengungkapkan dirinya memilih berlibur ke Bali karena lokasinya sangat cocok untuk rekreasi keluarga, khususnya selama liburan Lebaran.

Selain untuk berekreasi, kepergiannya ke Pulau Dewata juga untuk mempermudah urusan rumah tangganya setelah para pembantunya pulang mudik selama Hari Raya.

"Jadi kami tidak ingin ribet saja selama ditinggal pembantu," ucapnya menjelaskan.

Manajer Operasional PT ASDP Indonesia Ferry Ketapang, Banyuwangi, Saharudin Koto, menjelaskan situasi penyeberangan Pelabuhan Ketapang Banyuwnagi masih berjalan normal karena seluruh penumpang maupun kendaraan bisa terlayani oleh 24 unit kapal feri yang dioperasionalkan pada "H-5" ini.

"Kami belum menentukan kapan akan menambah kapal feri lagi karena masih harus melihat situasi arus mudik baik dari dan ke Pelabuhan Ketapang," ujarnya menambahkan.

Kendati demikian, pihaknya telah menyiapkan empat kapal feri untuk dioperasionalkan sewaktu-waktu bila volume angkutan mudik dari Bali atau Jawa mengalami lonjakan, terutama pada puncak arus mudik yang diperdiksikan akan jatuh pada "H-2" Hari Raya Idul Fitri 1431 Hijriah mendatang.

Keempat kapal feri yang disiapkan untuk mendukung kelancaran arus mudik, adalah KMP Nusa Makmur, KMP Kumakalada, KMP Marina Pratama dan KMP Labitra Safinah.

"Yang sudah siap KMP Nusa Makmur, sedang tiga kapal feri lainnya masih dalam perjalanan dari Surabaya setelah menjalani `docking` (perbaikan dan perawatan)," paparnya menjelaskan.

Sementara itu, kondisi cuaca di Selat Bali hingga Minggu pagi cukup baik tidak berawan, namun berangin.

Menjelang Lebaran, seperti dikutip e-kuta, di Bali, jumlah aktivitas pertemuan mengalami penurunan. Perusahaan-perusahaan yang biasanya melakukan konsolidasi usaha, memajukan atau mengundur jadwal pertemuannya.

Penurunan wisata meeting, incentive, conference, exhibition (MICE) ini digunakan kesempatan untuk melakukan perbaikan fasilitas oleh sejumlah hotel.

“Pada umumnya aktivitas MICE pada bulan puasa dan Idul Fitri mengalami penurunan,” ujar Public Relation (PR) Sanur Paradise, Windari Santi Dewi, Jumat (18/9) kemarin.

Ia mengatakan, aktivitas MICE selama Lebaran agak berkurang, karena pelaku bisnis dari Jakarta atau kota besar lain telah memajukan atau mengundur jadwal MICE. Pola ini sudah terjadi secara rutin tiap tahun karena kebanyakan pelaku MICE merayakan Lebaran.

Diakui, penurunan aktivitas MICE selama Lebaran diperkirakan sekitar 20 persen. Dikatakan tiap bulan jumlah event MICE paling sedikit 60 event.

“Dalam sehari minimal dua event, namun saat Lebaran ini terkadang dalam sehari hanya sekali saja,” katanya. Tingkat hunian lebih banyak terisi oleh wisatawan domestik untuk merayakan libur lebaran.  (laporan wa prasetya/ant)

 

Arsip Berita