Sabtu, 26 Mei 2012
Bengkulu: Warga Keluhkan Pelayanan Puskemas
Minggu, 05 September 2010 00:06
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 5/9 (SIGAP) – Sejumlah warga masyarakat Kota Bengkulu mengeluhkan lemahnya pelayanan pusat kesehatan masyarakat (Puskemas) akibat tidak adanya dokter yang bertugas saat menjelang Hari Raya.

Johan (22), warga Kota Bengkulu, seperti yang dikutip Antara, Sabtu (4/9) mengatakan, seharusnya dokter tetap bertugas di tempat. ”Sekarang saja belum lebaran mereka sudah tidak ada, apalagi saat lebaran nanti mungkin masyarakat tidak bisa mendapatkan pelayanan pada saat mendesak," kata Johan.

Tidak adanya dokter yang bertugas diketahui Johan saat akan meminta surat keterangan dokter untuk mengurus keperluan melamar kerja yang sangat mendesak, namun karena tidak ada dokter yang bertugas Sukamerindu, dirinya terpaksa mencari tempat lain.

"Beruntung saya tidak sedang sakit sehingga masih bisa tempat lain yang dokternya masuk, kasihan saja kalau ada yang datang untuk berobat tapi tak ada dokter," katanya.

Hal senada dikemukakan Fatimah (35), warga ingin menggunakan layanan puskemas tersebut.

Fatimah mengaku hanya dilayani oleh perawat biasa untuk melakukan pemeriksaan akibat tidak hadirnya dokter.

"Tetapi sudahlah, sakit saya juga ringan jadi tidak perlu dokter, yang penting ada obatnya," kata ibu dua anak ini.

Walau demikian dirinya berharap agar kejadian serupa tidak terulang lagi. Pasalnya, keberadaan dokter di rumah sakit pemerintah sangat dibutuhkan masyarakat karena biaya pengobatan lebih ringan dari pada tempat lain.

Sementara Pelaksana Tugas Kepala Puskesmas Sukamerindu Karimel Sinambela mengatakan keadaan tersebut bukan karena sengaja, tetapi karena keterbatasan tenaga dokter yang mereka miliki.

"Sebenarnya ada dua orang dokter, satu orang dokter sedang melanjutkan pendidikan di Jakarta, sementara satu orang dokter lagi sedang mengikuti kegiatan dinas di Palembang," katanya.

Dirinya mengatakan hal itu tidak akan terulang lagi jika tidak dalam keadaan penting dan mendesak sehingga mereka tetap akan memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat.

"Hal ini tidak terulang lagi seandainya dokter kita sudah pulang dari Palembang, termasuk untuk memberikan pelayanan lebaran nanti," katanya.

Pemerintah Kota Bengkulu memberlakukan 6 hari kerja bagi seluruh jajaran pemerintahan setempat tetapi waktu jam kerja yang dipersingkat yakni hingga pukul 14.00 WIB.

Sementara itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, mengatakan selama libur lebaran para dokter tidak dibenarkan mengambil cuti.

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko Riswandi Dani, Rabu, mengatakan tenaga dokter yang bertugas di daerah ini tidak dibenarkan mengambil cuti baik yang beragama Islam maupun non muslim.

Dijelaskan mengatakan Riswandi jumlah dokter muslim dan non muslim yang tersebar di setiap kecamatan di daerah ini mencapai 35 orang.

Riswandi menerangkan bahwa sebanyak 16 puskesmas yang tersebar di setiap kecamatan di daerah ini, 11 puskesmas berada di sepanjang jalan lintas Sumatera.

"Namun hanya lima puskesmas yang bisa memberikan perawatan selama 24 jam, sisanya puskesmas non perawatan," katanya.

Puskesmas yang memberikan pelayanan kesehatan itu berada di Kecamatan Air Rami, Ipuh, Pondok Suguh, Lubuk Pinang, dan Kota Mukomuko. (laporan rusman/ant)


 

Arsip Berita