Sabtu, 26 Mei 2012
Dana Rp3 Miliar Untuk Pembangunan Insfrastruktur di Bali
Sabtu, 04 September 2010 05:19
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 4/9 (SIGAP) - Pemerintah pusat mengalokasikan dana sebesar Rp3 miliar untuk meningkatkan peranserta masyarakat miskin dalam pembangunan infrastruktur di Bali selama 2010.

Kepala Bagian Publikasi dan Dokumentasi pada Biro Humas dan Protokol Pememerintah Pvovinsi Bali I Ketut Teneng di Denpasar, Sabtu (4/8) mengatakan, dana yang bersumber dari PNPM mandiri itu diarahkan untuk pembangunan 60 desa, atau masing-masing desa sebesar Rp50 juta.

Dijelaskan Ketut Teneng, pembangunan yang menyangkut berbagai aspek kehidupan itu dikerjakan secara gotong royong dengan harapan bangunan fisik yang digarap nilainya lebih tinggi dari bantuan yang diterima. Pembangunan fisik yang digarap antara lain jalan desa, air bersih, penataan lingkungan, pembuangan limbah dan fasilitas umum lainnya.

Selain itu, Bali juga menerima kucuran dana sebesar Rp202,1 juta untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui program pos pelayanan terpadu (posyandu) dan tim penggerak PKK setempat.

Dana sebesar itu ditujukan guna membiayai kegiatan sekitar 56 posyandu yang tersebar di 8 kabupaten dan 1 kota. Masing-masing posyandu menerima Rp5 juta.

Sementara itu guna mendorong pengembangan potensi perikanan dan kelautan memperoleh alokasi dana sebesar Rp 2,05 miliar selama tahun 2010, yang nilainya sama dengan kucuran dana tahun 2009.

Dana sebesar itu diarahkan untuk berbagai kegiatan guna meningkatkan produksi perikanan, sekaligus meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan nelayan maupun petani ikan air tawar.

Berdasarkan pantauan, masyarakat, khususnya petani ikan air tawar semakin bergairah mengembangkan sektor perikanan yang terintegrasi dengan tanaman padi.

Seperti diketahui angka produksi perikanan di Bali tahun 2009 tercatat 102.572,6 ton dari potensi ikan yang ada mencapai 147.278 ton setiap tahunnya.

Produksi tersebut diharapkan dapat ditingkatkan pada masa-masa mendatang, di samping memanfaatkan potensi perikanan air tawar.

Berdasarkan catatan, Bali memiliki potensi budidaya laut 1.551 hektare, ikan air payau 1.667 hektare, budidaya ikan kolam 1.700 hektare, dan budidaya ikan sawah 25.242 hektare.

Diharapkan pemanfaatan potensi perikanan secara maksimal itu akan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat setempat, bahkan guna meningkatkan ekspor hasil perikanan.

Berdasarkan catatan SIGAP, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menargetkan di tahun 2015, Indonesia menjadi salah satu produsen perikanan terbesar di dunia.

Target pemerintah pusat tersebut mestinya diimbangi dengan peningkatan produksi ikan seperti perikanan darat di masing-masing daerah di Indonesia termasuk di Bali.

Seiring dengan program pemerintah tersebut, Kepala Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan Kabupaten Badung misalnya, telah menargetkan peningkatan produksi ikan darat di Badung. Produksi perikanan darat seperti lele dari tahun 2010 - 2014 ditargetkan meningkat mencapai 70,18%, nila 50,16%, gurami 25%, dan ikan mas dari tahun 2010 - 2014 ditargetkan meningkat 19,82%.

Kepala Disnakkanlut Badung, Ir. Made Badra menjelaskan, produksi lele untuk tahun 2010 ditargetkan 70 ton dan pada akhir tahun 2014 produksi lele di Badung ditargetkan mencapai 450 ton. Produksi nila untuk tahun 2010 ditargetkan 45 ton sampai akhir tahun 2014 ditargetkan bisa 200 ton. Produksi ikan mas, dan gurami pada tahun 2010 ditargetkan 25 ton sementara sampai akhir tahun 2014 ditargetkan 50 ton. (laporan Ari Prahasta/ant)

 

Arsip Berita