Sabtu, 26 Mei 2012
Menhut Ajak Semua Jaga Lingkungan Hidup
Kamis, 02 September 2010 08:16
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 2/9 (SIGAP) - Menteri Kehutanan (Menhut) Zulkifli Hasan mengajak semua pihak untuk menjaga lingkungan hidup sehingga bermanfaat bagi semuanya. "Kawasan hutan tertentu rusak akibat ulah manusia yang tidak bertanggungjawab sehingga habitat mahkluk hidup di dalamnya seperti harimau atau gajah terganggu," kata Menhut di Blambanganumpu sekitar 200 km sebelah barat Bandarlampung.

Lebih lanjut Menteri Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II dari Partai Amanat Nasional tersebut meminta masyarakat membantu pemerintah dalam melestarikan lingkungan hidup. "Saya meminta masyarakat, lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan non government organization (NGO) mari bersama-sama menjaga keutuhan lingkungan," ajak Menhut.

Kemudian Zulkifli mengatakan kawasan konservasi untuk hewan seperti gajah dan harimau jangan diganggu supaya tidak rusak dan tetap menjadi satu kesatuan ekosistem yang utuh. "Hutan lindung juga jangan diganggu untuk tempat tinggal, karena dapat menyebabkan suhu panas," katanya.

Menurut Menteri Kehutanan asal Lampung itu, fungsi hutan lindung adalah untuk menyimpan air. "Hutan lindung digunakan untuk menyimpan air. Sementara untuk hutan produksi seharusnya ditanam pohon, jadi jangan ditanami yang berupa tanaman musiman seperti singkong," katanya.

Menanggapi pernyataan Menhut, Budi Santoso, pengurus Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi) berharap agar pemerintah jangan hanya membuat himbauan saja. “Himbauan dan ajakan itu baik. Namun akan jauh lebih penting adalah mengubah paradigma pembangunan kita selama ini,” katanya kepada SIGAP, Kamis (2/9).

Menurutnya, konsep yang mendasar adalah segala sesuatu yang kita miliki, entah batu bara, minyak, emas, nikel, hutan, dan lain semacamnya, harus tertransfer menjadi kemampuan dan kualitas sumberdaya manusia.

“Artinya konsep pembangunan dan konsep pengelolaan sumberdaya alam kita, termasuk hutan, ssudah salah,” kata mantan Sekjen Perhapi ini. Seharusnya, lanjutnya, pemerintah memikirkan secara serius, karena tanggungjawab pemerintah, adalah bagaimana agar setiap lahan hutan dapat pula menghasilkan manusia yang lebih cerdas, lebih mampu. Baik cerdas secara individu maupun sistem

“Selama sekian puluh tahun hutan kita kita diambil dan bahkan digunduli, namun bangsa kita belum dapat mandiri dan cerdas. Ini menunjukkan kekayaan alam kita belum tertransformasi menjadi kemampuan sumberdaya manusia,” katanya. (laporan Sofyan Badrie/ant)





 

Arsip Berita