Sabtu, 26 Mei 2012
Penerimaan Visa Kunjungan Bali Naik 58%
Kamis, 02 September 2010 07:26
AddThis Social Bookmark Button

Denpasar, 2/9 (SIGAP) - Penerimaan visa kunjungan (VoA) dari wisatawan mancanegara yang berlibur ke Bali sebesar 12,28 juta dolar AS selama triwulan II-2010 atau naik 58%.

Demikian dikatakan Pimpinan Bank Indonesia Denpasar Jeffrey Kairupan di Denpasar, Kamis (2/9) . Menurut Jeffrey, kenaikan itu terjadi karena Bali kedatangan turis asing yang melimpah sebagai akibat dari ketidakstabilan politik di negara saingan pariwisata Indonesia.

Ditambahkan Jeffrey, besarnya perolehan dari penerimaan dari turis asing yang berlibur tersebut juga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat Bali yang selama ini masih mengandalkan dari sektor pariwisata, industri kecil dan pertanian.

Menurutnya penerimaan VoA dari wisatawan asing saat menginjakkan kaki di pintu masuk Bali bertambah banyak sejalan dengan semakin ramainya turis ke Bali, sehingga seluruhnya 23 juta dolar AS (Januari-Juni 2010).

Dalam laporan kajian ekonomi regional Bali terungkap bahwa wisatawan mancanegara (wisman) yang berlibur ke Pulau Dewata umumnya memakan waktu lebih lama, atau lebih dari seminggu sehingga angka penerimaannya lebih besar.

"Saya yakin penerimaan VoA yang dibayarkan masyarakat internasional saat menginjakkan kaki di pintu masuk Bali bertambah besar sejalan dengan semakin ramainya kunjungan turis untuk berlibur ke Bali," katanya menambahkan.

Diperkirakan penerimaan dari sektor pariwisata di Bali diperkirakan akan bertambah terus sejalan dengan semakin ramainya wisman yang melakukan perjalanan wisata sambil menikmati keindahan alam, seni budaya masyarakat Bali.

Apalagi pemerintah berupaya memperbanyak penerbangan ke Eropa, Jepang dan negara-negara pemasok wisatawan lainnya, maka dapat dipastikan turis asal sejumlah negara di dunia semakin ramai berkunjung ke Bali, katanya.

Menurutnya, masalah transportasi udara memegang peranan penting dalam mendatangkan turis asing ke Bali, selain para komponen pariwisata daerah ini harus mengimbangi dengan meningkatkan kualitas pelayanan di Bali.

Dirinya menyarankan agar potensi daya tarik wisata yang ada perlu dikembangkan lagi sehingga turis dalam maupun luar negeri tidak disuguhi pemandangan yang itu-itu saja, tetapi lebih bervariasi sehingga wisman mau tinggal lebih lama di Bali.

Secara umum peningkatan kunjungan wisatawan manca negara yang datang ke Bali tidak terlepas dari kondisi Bali yang terbilang telah kondusif. “Pasca peristiwa bom Bali, kondisi pariwisata telah membaik,” kata I Putu Astawa, Kabid Pemberdayaan Usaha Ekonomi Masyarakat kepada SIGAP, Kamis (2/9).

Menurut Astawa, dengan meningkatkannya kunjungan pariwisata di Bali secara otomatis mempengaruhi perekonomian di Bali sendiri. Astawa menambahkan industri kerajinan di Bali mendapatkan dampak positif  dari meningkatkanya kunjungan wisatawan.
Kondisi ini secara tidak langsung dapat mempengaruhi angka kemiskinan di Bali. “Saat ini angka kemiskinan di Bali menurun menjadi 4,88%,” kata Astawa.

Angka penurunan jumlah kemiskinan masyarakat Bali menyebabkan rangking pengurangan angka kemiskinan di Bali terangkat dari peringkat 3 menjadi peringkat 2 di Indonesia setelah Jakarta. (rusman/ant)

 

Arsip Berita