Sabtu, 26 Mei 2012
Bali Dapat PNPM Sektor Perikanan Rp2,05 Miliar
Kamis, 02 September 2010 06:45
AddThis Social Bookmark Button

Bali, 2/9 (SIGAP) - Kepala Bagian Publikasi dan Dokumentasi pada Biro Humas dan Protokol Pemprov Bali I Ketut Teneng di Denpasar, Kamis (2/8) mengatakan, Bali memperoleh alokasi dana Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Rp2,05 miliar untuk menggarap pengembangan potensi kelautan dan perikanan selama 2010.

Dikatakan I Ketut Teneng mengatakan, dana tersebut diarahkan untuk berbagai kegiatan guna meningkatkan produksi perikanan, sekaligus meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan nelayan maupun petani ikan air tawar.

"Pengadaan benih yang bermutu dalam jumlah yang memadai menjadi peran yang sangat strategis dalam mensukseskan pengembangan subsektor perikanan dan kelautan di Pulau Dewata.

Untuk itu Pemprov Bali, menurut Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan setempat I Gusti Ngurah Nuriartha mengalokasikan dana Rp599,9 juta untuk operasional Balai Benih Ikan Swasta (BBIS), agar mampu menghasilkan berbagai jenis benih ikan yang bermutu pada 2010.

Dana tersebut bersumber dari APBD Bali, besarannya mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya yang mencapai Rp1,2 miliar. Bantuan operasional kepada BBIS tersebar di 8 kabupaten dan 1 kota di Bali.

Gusti Ngurah Nuriartha menjelaskan, masyarakat khususnya petani ikan air tawar semakin bergairah mengembangkan sektor perikanan yang terintegrasi dengan tanaman padi.

Produksi perikanan di Bali 2009 tercatat 102.572,6 ton dari potensi ikan yang ada mencapai 147.278 ton setiap tahun. Produksi tersebut diharapkan dapat ditingkatkan pada masa-masa mendatang, di samping memanfaatkan potensi perikanan air tawar.

Bali memiliki potensi budidaya laut 1.551 hektare, ikan air payau 1.667 hektare, budidaya ikan kolam 1.700 hektare dan budidaya ikan sawah 25.242 hektare.

Pemanfaatan potensi perikanan secara maksimal itu diharapkan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat setempat akan ikan maupun meningkatkan ekspor hasil perikanan.

Konsumsi ikan masyarakat Bali baru rata-rata 28 kilogram per kapita per tahun, lebih tinggi dari rata-rata nasional yang baru 25 kilogram, ujarnya.

Sementara itu berdasarkan catatan SIGAP, hingga dengan tahun 2009, rata-rata tingkat  konsumsi ikan nasional telah mencapai 30,17 kg/kapita.  Hal itu masih di bawah anjuran konsumsi ikan menurut pola pangan harapan yaitu sebesar 31,40 kg/kapita/tahun. Kondisi tersebut mendorong kegiatan peningkatan dan pemerataan konsumsi ikan perlu terus dilaksanakan secara berkesinambungan.

Hal ini dikatakan Menteri Kelautan dan Perikanan, Fadel Muhammad
pada acara pembukaan acara pencanangan dan kampaye Gerakan Makan Ikan di Art Center, Denpasar Juni lalu.

Pada kesempatan itu, untuk mendorong peningkatan dan pemerataan konsumsi ikan nasional, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menginisiasi Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (GEMARIKAN).  Meningkatkan kebutuhan ikan dapat mendorong tercipta Sumber Daya Manusia Indonesia yang berkualitas serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Lebih lanjut Fadel mengatakan, persoalan yang kita hadapi saat ini bahwa Indonesia belum dapat secara optimal memanfaatkan potensi sumber daya ikan untuk mendukung terwujudnya ketahanan pangan nasional. Ini tercermin dari tingkat konsumsi ikan yang belum merata di seluruh wilayah serta sesuai dengan yang dianjurkan oleh pola pangan harapan yaitu 31,40 kg/kapita/tahun. (laporan rusman/ant)



 

Arsip Berita