Sabtu, 26 Mei 2012
Ende: Jaringan Perpipaan Dalam Kota Harus Dibenahi
Rabu, 01 September 2010 14:36
AddThis Social Bookmark Button

 

Jakarta, 1/9 (SIGAP) - Wakil Bupati Ende Achmad Mocdar mendesak Perusahaan Daerah Air Minum setempat untuk segera membenahi jaringan perpipaan dalam Kota Ende untuk mengatasi krisis air bersih yang dihadapi masyarakat.

"Tidak meratanya distribusi air ke semua wilayah dalam Kota Ende karena masalah jaringan perpipaan yang tidak tertata dengan baik  Ini yang harus segera dibenahi," katanya di Ende, ibu kota Kabupaten Ende di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, Selasa.

Dirinya mengemukakan masalah ini menyusul kritikan anggota DPRD Ende dari Fraksi Partai Golkar Herry Wadhi yang menilai PDAM Kabupaten Ende apatis terhadap keluhan konsumen terkait dengan sistem distribusi air yang tidak merata dan pemerintah daerah terkesan masa bodoh dengan keadaan yang dihadapi masyarakat soal air bersih.

"Dari tahun ke tahun konsumen mengeluhkan masalah yang sama. Ada wilayah yang airnya mengalirnya setiap hari, ada yang berminggu-minggu mendapat setetes air kehidupan," kata Wadhi di Ende, Senin (30/8).

Wakil Bupati Ende Achmad Mocdar mengatakan selain buruknya jaringan perpipaan, masalah tidak meratanya distribusi air dari PDAM ke semua wilayah dalam Kota Ende karena menurunnya debit air di puncak musim kemarau.

Dirinya menjelaskan jaringan induk yang mengalirkan air dari sumber mata air adalah peninggalan sejak zaman penjajahan Belanda, sementara jaringan sekunder yang mengalirkan air ke rumah-rumah penduduk masih banyak yang harus dibenahi.

"Untuk jaringan utama, sudah diperbaiki sejak 1980-an. Sekarang tinggal konstruksi jaringan sekunder dibenahi lagi sehingga semua wilayah dalam kota bisa dapat air," katanya.

Menurut Mocdar, konstruksi jaringan sekunder harus dibenahi lagi dengan memperhitungkan jangkaun aliran air pada saat debit air mulai berkurang.

Karena itu, lanjutya, pemerintah akan membentuk tim teknis dari PDAM dan Dinas PU Ende untuk mengkaji kembali konstruksi jaringan sekunder yang ada dalam kota.

Untuk mengatasi wilayah yang tidak dialiri air, PDAM telah menyiapkan mobil tanki untuk menditribusikan air ke wilayah-wilayah tersebut.

Dirinya mengatakan, sejauh ini pemerintah daerah terus mengalokasikan dana penyertaan modal melalui APBD untuk memperbaiki jaringan dan pemasang jaringan baru menuju sumber mata air Kedubodo.

Selain modernisasi PDAM, di butuhkan strategi yang lebih utuh dan holistik menyangkut pengelolaan sumber daya air.

Setidaknya ada tiga strategi yang harus dilakukan pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota untuk meningkatkan kemampuan BUMN, BUMD, dan koperasi dalam penyediaan air minum : (1) identifikasi, karakterisasi, dan pemetaan sumber-sumber air minum prinsipal/utama; (2) alokasi pendanaan untuk peralatan dan pengelolaan; dan (3) peningkatan kemampuan sumber daya manusia dalam pengelolaan dan penyediaan air minum. (Wa prasetya/ant)

 

 

Arsip Berita