Sabtu, 26 Mei 2012
Perajin Keramik Singkawang Kesulitan Produksi
Rabu, 01 September 2010 14:25
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 1/9 (SIGAP) - Sejumlah perajin keramik di Kota Singkawang, Kalimantan Barat, mengalami kesulitan produksi karena sepinya pesanan.

Ada lima perajin kesulitan produksi, sementara tiga lainnya terus melakukan proses produksi meski pun tidak ada pesanan dari konsumen, kata Kepala Bidang Perindustrian, Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kota Singkawang, M Elyas, di Singkawang, Selasa.

"Saat ini masih ada delapan perajin keramik di Kota Singkawang," katanya.

Dirinya menjelaskan, lima perajin melakukan produksi bila ada pesanan dari konsumen sedangkan tiga perajin tetap memproduksi walaupun tidak ada pesanan.

Perajin keramik di Kota Singkawang menggunakan teknik tradisional, mereka dapat memproduksi guci, tempayan, vas bunga, teko dan lainnya. Keramik dari Singkawang sudah terkenal di luar negeri terutama di Singapura, Filipina dan Malaysia.

Menurut Elyas, menurunnya produksi keramik para perajin itu, karena permintaan pasar tidak bisa dipenuhi oleh para perajin. Mereka yang bertahan tetap melakukan produksi karena bisa memenuhi selera pasar.

"Pada umumnya konsumen lebih tertarik keramik dengan motif yang berkesan modern," jelasnya.

Menurutnya konsumen yang berminat dengan motif tradisional sangat terbatas pada kalangan tertentu saja. Disperindagkop dan UKM Kota Singkawang telah memberikan penyuluhan kepada para perajin untuk mengubah pola.

 

Sebenarnya hasil kerajinan keramik Kota Singkawang sangat menjanjikan.

Dari segi kualitas, menurut dia, keramik Singkawang mampu bersaing dengan produksi dari luar maupun lokal.

Menurutnya jika para perajin tidak terpaku kepada motif tradisional pasti bisa bersaing di pasar.

Perajin mampu melakukan inovasi hasil produknya, selain tetap mempertahankan yang tradisional juga membuat motif sesuai dengan yang diinginkan pasar.

Disperindagkop dan UKM Kota Singkawang sudah memberitahukan para perajin agar membuat keramik disesuaikan dengan kebutuhan pasar baik lokal maupun untuk ekspor.

"Mereka ada yang mau menyesuaikan pada pasar dan tetap pada motif lama," jelasnya.

Menurutnya saat ini selera pasar sudah berubah, konsumen dihadapkan dengan berbagai macam pilihan produk keramik dari daerah lain.

Untuk bahan baku pembuatan keramik pada umumnya para perajin mampu menyediakannya dan tidak mengalami kesulitan. Perajin keramik di Kota Singkawang rata-rata menggunakan teknologi tradisional dengan pembakaran menggunakan tungku.

Aphin, salah seorang perajin keramik di Singkawang Selatan, mengatakan jika sepi pemesan dia biasa membuat pot bunga untuk kebutuhan lokal saja. Harga setiap pot bunga mulai dari Rp7.000 hingga Rp35 ribu, tergantung ukuran dan motifnya.

"Saya tidak sampai menghentikan produksi, walaupun usaha ini tergolong kecil," katanya.

Dalam catatan SIGAP, membuat keramik memerlukan teknik-teknik yang khusus dan unik. Hal ini berkaitan dengan sifat tanah liat yang plastis dimana diperlukan ketrampilan tertentu dalam pengolahan maupun penanganannya.

Membuat keramik berbeda dengan membuat kerajinan kayu, logam, maupun yang lainnya. Proses membuat keramik adalah rangkaian proses yang panjang yang didalamnya terdapat tahapan-tahapan kritis.

Kritis, karena tahapan ini paling beresiko terhadap kegagalan. Tahapan proses dalam membuat keramik saling berkaitan antara satu dengan lainnya. Proses awal yang dikerjakan dengan baik, akan menghasilkan produk yang baik juga.

Demikian sebaliknya, kesalahan di tahapan awal proses akan mengasilkan produk yang kurang baik juga. (Wa prasetya/ant)

 

Arsip Berita