Sabtu, 26 Mei 2012
Nelayan Aceh Selatan Minim Alat Tangkap
Sabtu, 08 Mei 2010 10:02
AddThis Social Bookmark Button

 

Tapaktuan, 8/5 (ANTARA) - Para nelayan di kabupaten Aceh Selatan kalah bersaing dengan nelayan lain di wilayah pesisir pantai barat Aceh akibat kekurangan alat tangkap. 

"Kita belum mampu bersaing dengan nelayan dari daerah lain seperti dari Sibolga sebab peralatan menangkap ikan dan sarana lainnya yang kita miliki masih sangat minim dan kami berharap ada pihak yang peduli untuk mengatasi permasalahan itu," kata seorang nelayan, Abdul Rasyid (42) di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Lhok Bengkuang kecamatan Tapaktuan, Sabtu. 

Akibat keterbatasan peralatan tersebut para nelayan hanya mampu menghasilkan 11.689.14 ton ikan/tahun, sedangkan potensi hasil laut Aceh Selatan dengan luas lahan tangkap mencapai 3.862 km sepanjang 169 km garis pantai di 13 Kecamatan diprediksi mencapai 30 ribu ton/tahun. 

Didampingi rekan Alimin dan beberapa nelayan lainnya, ia mengakui Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan juga sudah berupaya memberikan bantuan seperti perahu, jaring, dan beberapa peralatan modern lainnya, namun bantuan itu masih sangat terbatas. 

"Untuk membeli sendiri peralatan cangggih dan modern itu mayoritas nelayan di Aceh Selatan tidak mampu, kami berharap bantuan dari pemerintah," kata Abdul Rasyid. 

Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Aceh Selatan, Said Azhar mengakui, akibat minimnya alat tangkap para nelayan di daerah yang dikenal sebagai penghasil komoditi pala itu tidak mampu memanfaatkan kekayaan laut dengan maksimal. 

Didampingi Sekretaris dinas tersebut, H Darisman, ia mengatakan pada 2009 hasil tangkapan nelayan yang mencapai 11.689.14 ton itu mengalami kenaikan sekitar tiga persen dari 2008 yakni 11.313.83 ton. 

Menurutnya peningkatan itu terjadi akibat adanya tambahan alat tangkap sehingga jumlah perahu tanpa motor, perahu motor dan kapal motor seluruhnya mencapai 2.000 unit lebih. 

Said Azhar menambahkan selama dua tahun terakhir Dinas Kelautan dan Perikanan juga telah menyalurkan ratusan perahu jenis sampan, puluhan unit mesin perahu untuk nelayan di daerah pesisir laut Samudera Hindia itu. 

Selain itu, untuk meningkatkan hasil tangkapan ikan tangkap, pihaknya juga telah menyerahkan bantuan berupa 1.000 set jaring, 50 rumpon untuk laut dalam dan rumpon bagan. 

Berdasarkan data di dinas itu, hasil tangkapan nelayan seperti ikan tongkol mencapai 2.000 ton lebih, ikan cangkalan 1.300 ton lebih, ikan tuna mencapai 1.200 ton, ikan gembung 714 ton dan ikan tenggiri hampir 600 ton. (KR-IRW/ 

(T.KR-IRW/B/A033/A033) 08-05-2010 16:45:18 NNNN


 

Arsip Berita