Jumat, 25 Mei 2012
Menko Kesra: Pemerintah Siapkan Bantuan untuk Pengungsi Sinabung
Senin, 30 Agustus 2010 06:44
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 30/8 (SIGAP) - Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat  (Menko Kesra) Agung Laksono, Senin (30/8) mengatakan, pemerintah menyiapkan tambahan bantuan untuk penanganan bencana dan pengungsi di sekitar Gunung Sinabung di Desa Merdinding, Kecamatan Payung, Kabupaten Tanah Karo, Sumatera Utara, yang meletus Minggu (29/8).

Agung Laksono menambahkan, meski bencana lokal pemerintah pusat tetap memberikan perhatian. Menurut Agung, kementerian terkait seperti Kementerian Sosial dan Kementerian Kesehatan telah membuat posko di Kabupaten Tanah Karo guna memberikan pelayanan kepada penduduk yang mengungsi.

Menurutnya, Kementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat sudah memberikan bantuan awal Rp500 juta untuk membantu pemerintah daerah menangani dampak bencana dan berencana memberikan bantuan tambahan jika diperlukan.

"Nanti ada tambahan lagi, sedang dihitung oleh tim karena kondisi mungkin berkembang. Kita pantau terus perkembangannya. Kita lihat dalam 10 hari saja sudah habis R16 miliar," kata Agung saat meninjau Pasar Segar dan Ramah Mandiri serta Pasar Swalayan Farmer`s Market di Kelapa Gading, Jakarta, Senin..

Ditambahkan Agung, hingga saat ini pemerintah daerah bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah masih bisa menangani dampak letusan gunung dengan ketinggian 2.640 meter di atas permukaan laut ini.

Agung meminta penduduk sekitar Sinabung tetap berada di pengungsian selama status gunung berapi masih "awas".

"Selama masih `awas` warga diminta tetap di pengungsian. Sampai kemarin pengungsi sebanyak 18.660 orang, mereka tinggal di 15-17 titik pengungsian. Kemungkinan jumlahnya bisa bertambah," katanya.

Menurut data BNPB, sampai Senin pukul 09.00 WIB letusan Gunung Sinabung di Provinsi Sumatera Utara telah menyebabkan 2 orang meninggal dunia dan membuat sekitar 21.096 warga mengungsi di di delapan kecamatan.

Setelah Pusat Vulkanologi dan Mitigasi bencana Geologi (PVMBG) menaikkan status Gunung Sinabung menjadi "awas", Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat melakukan rapat koordinasi dengan sektor terkait serta melakukan tinjauan ke lokasi bencana dan melakukan evakuasi penduduk ke tempat yang lebih aman.

Posko penanggulangan bencana, dapur umum, tangki air minum serta fasilitas mandi cuci kakus sudah dibangun di lokasi pengungsian.

Selain Kementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat, BNPB juga sudah memberikan bantuan uang Rp500 juta untuk penanganan bencana dan pengungsi sementara Kementerian Kesehatan memberikan bantuan berupa 27.000 masker, 135 dus makanan pendamping ASI, dua koli obat-obatan dan tenaga medis.

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara juga mengirimkan bantuan logistisk antara lain berupa 50 ton beras, 14.000 kaleng ikan kalengan, satu mobil tangki air mineral, 1.000 botol kecap; 240 kilogram mie goreng, delapan bal kain sarung, 500 potong selimut, 50 set tenda, serta 200 buah tikar.

Sebanyak 486 personil TNI, 378 personil POLRI, 100 personil Tagana dan 17 tenaga medis dari Dinas Kesehatan juga sudah digerakkan ke lokasi pengungsian untuk membantu warga yang menjadi korban.

Seperti yang diberitakan SIGAP sebelumnya, Kantor Staf Khusus Presiden Bidang Bantuan Sosial  dan Bencana (SKP BSB) telah mengirimkan timnya untuk melakukan pengamatan dan upaya pengurangan resiko bencana Gunung Sinabung.

Menurut, Sangap Surbakti, Asisten SKP BSB, dibutuhkan langkah-langkah strategis untuk satu minggu kedepan.

Dirinya seperti yang dipesankan Presiden agar masyarakat, terutama yang bermukim di sekitar Gunung Sinabung untuk tetap waspada. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita